Top
Begin typing your search above and press return to search.

"Autopsy: Dead Body Can Talk”, film thriller Forensik hadirkan perspektif baru di hari film Indonesia

Film Autopsy hadirkan kisah forensik penuh misteri, ungkap kebenaran lewat proses autopsi.

Autopsy: Dead Body Can Talk”
X

"Autopsy: Dead Body Can Talk”

Film thriller investigatif berjudul Autopsy: Dead Body Can Talk hadir sebagai warna baru dalam industri sinema nasional dengan mengangkat dunia forensik sebagai pusat cerita. Film ini diperkenalkan dalam momentum peringatan Hari Film Indonesia pada 30 Maret 2026.

Mengusung pendekatan berbeda, film ini menempatkan proses autopsi sebagai elemen utama dalam mengungkap kebenaran di balik sebuah kematian. Di ruang autopsi yang sunyi, setiap detail luka menjadi petunjuk penting yang membantu mengurai fakta yang tersembunyi.

Karya yang diproduksi oleh Karya Kreatif Utama ini tidak hanya menawarkan ketegangan khas film thriller, tetapi juga menghadirkan nilai edukasi tentang peran ilmu forensik dalam sistem peradilan. Proses autopsi ditampilkan secara profesional, etis, dan berbasis sains, mulai dari identifikasi luka hingga penarikan kesimpulan medis.

Film ini juga terinspirasi dari praktik nyata di dunia forensik melalui sudut pandang Sumy Hastry Purwanti, yang dikenal sebagai salah satu dokter forensik berpengalaman di Indonesia. Pendekatan berbasis riset mendalam dilakukan untuk memastikan akurasi dan autentisitas dalam setiap adegan.

Selain kuat secara cerita, film ini diharapkan mampu membuka perspektif baru bagi masyarakat bahwa autopsi bukan sekadar proses medis yang menyeramkan, melainkan bagian penting dalam pencarian keadilan.

Sutradara Ozan Ruz menegaskan bahwa film ini memiliki pesan mendalam tentang kebenaran yang tak bisa disembunyikan.

“Autopsy adalah perjalanan menembus batas antara hidup dan mati, di mana tubuh menjadi saksi terakhir dari kebenaran yang tak bisa dikubur. Melalui visual yang intim dan atmosfer yang menekan, film ini mengajak penonton menyelami perjalanan Dr. Sumy Hastry dalam merangkai kebenaran hingga menyadari bahwa kebenaran selalu menemukan jalannya, dengan cara yang tak terduga” ujar Ozan

Film ini diproduseri oleh Fariz Stanzah dan Marsa Moesa, dengan AKBP Rina Sry Nirwana Tarigan sebagai Executive Producer. Kehadiran Autopsy: Dead Body Can Talk menjadi bagian dari upaya menghadirkan karya sinema Indonesia yang tidak hanya menghibur, tetapi juga memiliki relevansi sosial dan edukatif.

Dengan mengangkat tema forensik yang jarang dieksplorasi di layar lebar Indonesia, film ini diharapkan dapat memberikan pengalaman sinematik yang berbeda sekaligus memperkaya khasanah perfilman nasional.(Arie Dwi Prasetyo)

Sumber : Radio Elshinta

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire