Top
Begin typing your search above and press return to search.

Doraemon resmi berhenti tayang di RCTI setelah 35 tahun

Doraemon resmi berhenti tayang perpisahan ini memicu nostalgia dan kenangan masa kecil bagi berbagai generasi penonton.

Doraemon resmi berhenti tayang di RCTI setelah 35 tahun
X

Doraemon of all time (Sumber: instagram.com/doraemon_indonesia_official)

Serial animasi Doraemon resmi berhenti tayang di RCTI setelah menemani penonton Indonesia selama kurang lebih 35 tahun.

Penghentian ini menandai berakhirnya salah satu program televisi anak paling ikonik yang telah hadir sejak awal 1990-an dan menjadi bagian penting dari sejarah tayangan hiburan di Indonesia.

Doraemon: Ikon Animasi yang Menemani Generasi

Doraemon pertama kali hadir di Indonesia melalui RCTI sekitar awal 1990-an. Pada saat itu, televisi swasta baru berkembang dan program animasi asing menjadi hiburan utama bagi anak-anak.

Cerita sederhana, karakter kuat dan alat ajaib dari kantong Doraemon membuat animasi ini cepat disukai. Penayangan reguler terutama di akhir pekan dan hari libur menjadikan Doraemon tontonan wajib bagi keluarga.

Memasuki pertengahan 1990-an hingga awal 2000-an, Doraemon semakin populer. Serial ini menampilkan kehidupan sehari-hari Nobita, tantangan kecil yang dihadapinya dan bagaimana Doraemon membantunya menggunakan alat-alat futuristik.

Cerita yang ringan namun penuh nilai moral ini membuatnya mudah diikuti berbagai generasi. Pada tahun 2005, versi animasi baru Doraemon muncul di Jepang dengan visual modern dan pengisi suara baru.

Versi ini kemudian ditayangkan di Indonesia, mempertahankan tema persahabatan, kreativitas, dan moral yang mudah diterima anak-anak.

Film layar lebar Doraemon juga rutin tayang, semakin memperkuat posisinya sebagai ikon animasi keluarga.

Netizen Ramai Bicara di X, Tagar #DoraemonRCTI Trending

Seiring dekade 2010-an hingga awal 2020-an, konsumsi media di Indonesia mulai berubah. Anak-anak beralih ke platform digital dan layanan streaming, sementara televisi nasional menyesuaikan programnya.

Meskipun demikian, Doraemon tetap tayang sesekali, menjadi tontonan nostalgia bagi generasi yang tumbuh bersama karakter biru ini.

Penghentian penayangan Doraemon mendapat perhatian luas dari publik. Di X (dahulu Twitter), tagar #DoraemonRCTI langsung menjadi trending.

Banyak warganet mengungkapkan nostalgia dan keterikatan emosional terhadap tayangan ini. Komentar bernuansa kenangan masa kecil dan apresiasi terhadap cerita ringan namun berkesan memenuhi timeline.

Doraemon dianggap sebagai simbol kebersamaan keluarga di rumah, sekaligus bagian dari identitas generasi 90-an hingga 2000-an.

Momen ini menjadi pengingat pentingnya animasi dalam membentuk kenangan dan budaya pop di Indonesia.

Tayangan Anak di Televisi Nasional

Hingga saat ini, RCTI belum menjelaskan secara rinci alasan penghentian penayangan. Namun, perubahan susunan program merupakan hal biasa dalam strategi stasiun televisi, termasuk menyesuaikan tren digital dan kebutuhan pasar.

Meski tidak lagi tayang di RCTI, Doraemon tetap eksis melalui berbagai platform digital dan streaming. Anak-anak maupun generasi baru masih bisa menikmati petualangan Doraemon, Nobita, dan teman-temannya.

Waralaba ini juga tetap tayang di beberapa negara Asia lainnya, membuktikan daya tarik global karakter ini.

Berakhirnya Doraemon di RCTI menutup satu fase penting dalam sejarah animasi Jepang di Indonesia. Serial ini bukan sekadar hiburan, tetapi juga simbol kebersamaan, nostalgia, dan kenangan masa kecil bagi banyak keluarga.

Dengan berakhirnya era ini, penonton kini menantikan bagaimana stasiun televisi mengisi slot animasi anak dan menghadirkan konten edukatif serta menghibur generasi muda.

Fun Fact: Doraemon merupakan salah satu animasi terlama yang tayang di Indonesia, bertahan lebih dari tiga dekade, dan masih diingat generasi 90-an hingga 2020-an sebagai tontonan wajib keluarga.

Sumber : Elshinta.Com

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire