Ifan Seventeen rilis “Jangan Paksa Rindu (Beda)”, kolaborasi musik dan film pendek
Ifan Seventeen hadirkan “Jangan Paksa Rindu (Beda)” dengan konsep film pendek dan ekosistem digital.

Istimewa
Istimewa
Ifan Seventeen menghadirkan pendekatan baru dalam industri hiburan melalui karya terbarunya berjudul “Jangan Paksa Rindu (Beda)”.
Tak sekadar lagu, karya ini menjadi representasi kolaborasi lintas bidang kreatif yang menggabungkan musik, visual, dan distribusi digital dalam satu ekosistem yang terintegrasi.
Sejak dirilis pada 9 Januari 2026, lagu ini mencatatkan performa impresif di berbagai platform digital, termasuk Spotify.
Dalam waktu relatif singkat, “Jangan Paksa Rindu (Beda)” telah mengumpulkan lebih dari 50 juta stream, memperkuat posisinya di industri musik pop Indonesia.
Di media sosial, lagu ini juga berkembang sebagai konten viral, dengan potongan lirik emosional yang banyak digunakan dalam video pendek dan memperluas jangkauan audiens secara organik.
Momentum tersebut dilanjutkan dengan perilisan video klip resmi pada 10 April 2026 yang dikemas dalam format film pendek sinematik.
Video ini digarap oleh:
- Avesina Soebli
- Jastis Arimba
Mengangkat cerita seorang pria yang terjebak dalam kenangan cinta, video ini menghadirkan plot twist emosional yang memperkuat makna lagu.
“Pendengar sekarang tidak hanya ingin menikmati lagu, tapi juga memahami dan merasakan ceritanya,” ujar Ifan.
Ifan menilai industri musik saat ini telah mengalami pergeseran besar. Musisi tidak lagi hanya menciptakan lagu, tetapi juga menjadi storyteller yang memanfaatkan medium visual.
Kolaborasi antara:
- musisi
- sutradara
- penulis naskah
- sinematografer
menjadi kunci dalam menciptakan karya yang mampu bersaing di era attention economy.
Sebagai bagian dari peluncuran, akan digelar Gala Premiere yang menghadirkan pengalaman menonton video klip di layar lebar.
Langkah ini menunjukkan semakin cairnya batas antara:
- konser musik
- film
- konten digital
sekaligus membuka peluang monetisasi baru di industri kreatif.
Sebagai bagian dari peluncuran, akan digelar Gala Premiere yang menghadirkan pengalaman menonton video klip di layar lebar.
Langkah ini menunjukkan semakin cairnya batas antara:
konser musik
film
konten digital
sekaligus membuka peluang monetisasi baru di industri kreatif.




