Dokter tekankan pentingnya skrining awal untuk deteksi perlemakan hati

Dokter spesialis penyakit dalam gastroenterologi dan hepatologi konsultan C. Rinaldi A. Lesmana menekankan pentingnya skrining awal untuk mendeteksi penyakit metabolik perlemakan hati.
"Penyakit perlemakan hati saat ini dianggap menjadi satu penyebab penting dari satu perburukan penyakit lever," kata Dr. dr. C. Rinaldi A. Lesmana KGEH, FCAP, FACG, FINASIM dalam acara diskusi di Rumah Sakit Medistra, Jakarta, Kamis.
"Artinya termasuk salah satu penyebab untuk kejadian sirosis, satu kondisi penyakit lever yang lebih berat hingga juga bisa menyebabkan timbulnya kanker hati," kata dokter spesialis dari Universitas Indonesia itu.
Dokter Rinaldi menekankan pentingnya skrining awal untuk mendeteksi perlemakan hati agar penyakit tersebut bisa segera ditangani.
Mengutip data yang dihimpun oleh Rumah Sakit Medistra tahun 2015, dokter Rinaldi mengatakan bahwa 50 persen lebih dari 1.000 orang yang melakukan pemeriksaan kesehatan didiagnosis mengalami perlemakan hati, tetapi sebagian besar tanpa gejala.
Ia menjelaskan bahwa skrining awal memungkinkan pendeteksian perlemakan hati lebih awal, yang akan memudahkan penanganan dan pengobatan penyakit. Dia mengemukakan perlunya kolaborasi dari pihak-pihak terkait untuk meningkatkan layanan pemeriksaan awal penyakit perlemakan hati di kota besar maupun kota-kota kecil.
"Artinya ke depannya menjadi tantangan lebih besar lagi buat negara kita walaupun saat ini pemerintah sudah coba melakukan berbagai macam upaya untuk skrining, kemudian edukasi ke masyarakat, terutama juga skrining virus hepatitis pada kelompok ibu hamil untuk mencegah penularan ke bayi dan lain sebagainya," katanya.
"Tapi tentu, melihat besarnya jumlah populasi di negara kita juga, ini menjadi tantangan besar ke depannya," kata dokter Rinaldi, yang berpraktik di RSCM Kencana.
Penyakit perlemakan hati, kondisi ketika terjadi penumpukan lemak berlebihan pada hati, biasanya berkaitan dengan konsumsi alkohol berlebihan. Namun, menurut dr. Rinaldi, gaya hidup yang tidak sehat seperti pola makan yang tidak seimbang juga bisa berpengaruh.
Menurut dia, perlemakan hati berkaitan pula dengan penyakit metabolik lain seperti diabetes, kolesterol tinggi atau dislipidemia, asam urat, serta kelebihan berat badan dan obesitas. Hati antara lain berfungsi untuk membersihkan darah dari senyawa berbahaya, menghasilkan protein, membantu metabolisme protein, dan membantu proses pencernaan.
Perlemakan hati membuat hati tidak bisa bekerja dengan baik. Kondisi ini dapat menimbulkan masalah kesehatan.
Upaya yang dapat dilakukan guna mencegah penyakit ini antara lain tidak mengonsumsi alkohol, menerapkan pola makan yang sehat, mengontrol diabetes, menjalani vaksinasi hepatitis A dan B, serta berolahraga minimal 30 menit setiap hari.




