Hari Buku Sedunia: 13 cara baca buku lebih efektif dan hemat waktu
Salah satunya adalah dengan menetapkan target waktu membaca.

Ilustrasi AI
Ilustrasi AI
Membaca buku tetap menjadi aktivitas favorit untuk hiburan sekaligus menambah wawasan. Namun, banyak orang merasa membutuhkan waktu lama untuk menyelesaikan satu judul buku saja.
Kondisi tersebut kerap menjadi kendala, terutama ketika daftar bacaan terus menumpuk. Momentum peringatan Hari Buku Sedunia yang dirayakan setiap 23 April menjadi saat yang tepat untuk merefleksikan kembali kebiasaan literasi kita. Padahal, melalui teknik yang tepat, waktu membaca sebenarnya dapat dipersingkat tanpa mengurangi pemahaman terhadap isi.
Mengutip dari Penerbit Deepublish, ada sejumlah cara yang dapat diterapkan agar kegiatan membaca menjadi lebih efektif dan efisien. Salah satunya adalah dengan menetapkan target waktu membaca. Dengan adanya target, pembaca terdorong untuk lebih disiplin dan fokus dalam menyelesaikan buku.
Selain itu, melakukan pratinjau atau review isi buku juga dinilai penting. Pembaca dapat memulai dengan melihat daftar isi dan membaca pengantar untuk mengetahui bagian mana yang paling krusial. Cara ini membantu menghemat waktu karena tidak semua bagian harus dibaca secara mendalam.
Penggunaan timer juga bisa menjadi strategi untuk meningkatkan kecepatan membaca. Dengan mengukur waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan satu halaman, pembaca dapat melatih diri agar semakin efisien. Seiring waktu, kemampuan membaca cepat akan terbentuk secara alami.
Faktor kenyamanan juga berperan penting, salah satunya dengan menjaga jarak baca yang ideal, yakni sekitar 30 cm dari mata ke buku. Posisi yang tepat membantu menjaga fokus dan mencegah kelelahan mata. Selain itu, penggunaan penanda buku atau marker juga memudahkan pembaca melanjutkan bacaan tanpa harus mengulang dari awal.
Untuk mempercepat pemahaman, pembaca disarankan memperkaya kosakata. Dengan begitu, pembaca tidak perlu berhenti terlalu sering saat menemukan istilah asing. Membaca kalimat topik dalam setiap paragraf juga dapat membantu menangkap inti pembahasan dengan lebih cepat.
Teknik lain yang dapat diterapkan adalah menandai bagian penting menggunakan stabilo. Langkah ini memudahkan dalam menyusun ringkasan setelah selesai membaca. Rangkuman tersebut berfungsi sebagai pengingat inti isi buku sekaligus memperkuat daya ingat.
Di sisi lain, memilih bacaan yang sesuai minat turut memengaruhi efektivitas membaca. Buku yang menarik akan membuat pembaca lebih menikmati prosesnya, sehingga waktu membaca terasa lebih singkat. Sebaliknya, membaca buku yang tidak diminati justru cenderung memperlambat pemahaman.
Terakhir, penting untuk menghindari kebiasaan membaca kata demi kata maupun mengulang bacaan akibat kehilangan fokus. Pembaca disarankan langsung mencari inti pembahasan dan menjaga konsentrasi dengan memilih tempat yang kondusif. Dengan menerapkan berbagai strategi ini, kegiatan membaca dapat menjadi lebih cepat, efektif, dan tetap memberikan pemahaman yang maksimal.
Stefy Anastasia/Rama




