Kemenkes sampaikan riwayat imunisasi dicantumkan dalam CKG

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno (kiri) dan Direktur Jenderal Farmasi dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan Lucia Rizka Andalusia saat wawancara cegat di Puskesmas Cilandak, Jakarta, Selasa (10/2/2026). ANTARA/Anita Permata Dewi
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno (kiri) dan Direktur Jenderal Farmasi dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan Lucia Rizka Andalusia saat wawancara cegat di Puskesmas Cilandak, Jakarta, Selasa (10/2/2026). ANTARA/Anita Permata Dewi
Kementerian Kesehatan menyampaikan bahwa riwayat imunisasi anak sebagai penerima manfaat program Cek Kesehatan Gratis (CKG) dicantumkan dalam pelayanan program tersebut untuk mengetahui kelengkapan imunisasi yang telah dilakukan.
"Dalam CKG tahun 2026 ini ditambahkan tentang riwayat imunisasi. Jadi untuk melihat mana anak-anak yang mungkin ada imunisasinya kurang," kata Direktur Jenderal Farmasi dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan Lucia Rizka Andalusia di Puskesmas Cilandak, Jakarta, Selasa.
Program CKG menyasar pada seluruh masyarakat Indonesia, mulai dari balita, anak sekolah, masyarakat usia produktif, hingga lansia. Ia mengatakan pemerintah terus memperbaiki kualitas layanan dalam CKG. Saat ini, terdapat beberapa tambahan pemeriksaan dalam pelayanan CKG, yakni pemeriksaan scabies, kusta, frambusia, dan skrining Tb (Tuberkulosis).
"Karena quick win Bapak Presiden salah satunya adalah eliminasi Tb. Dalam CKG ini termasuk untuk mengidentifikasi adanya Tb sedini mungkin dan akan kita tindak lanjuti," kata Lucia Rizka Andalusia.
Pemerintah terus mengoptimalkan cakupan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) dan menargetkan 46 persen atau 130 juta orang pada tahun 2026.
"Tahun 2026 targetnya 130 juta, 136 juta (jiwa). Ini dua kali lipat ya mudah-mudahan tercapai," kata Lucia Rizka Andalusia.
Sementara Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno mengajak masyarakat agar memanfaatkan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) untuk memeriksakan kesehatan. Pratikno meninjau pelaksanaan program CKG di Puskesmas Cilandak, Selasa, dalam rangka satu tahun pelaksanaan program ini.
Selama 2025, tercatat penerima manfaat program ini mencapai lebih dari 70 juta orang di seluruh Indonesia.
"Alhamdulillah sudah lebih dari 70 juta rakyat Indonesia yang sudah menikmati layanan kesehatan gratis ini," kata Pratikno.




