Wagub Rano imbau masyarakat waspada penularan `super flu`

Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno mengimbau masyarakat setempat untuk waspada terhadap penularan "super flu".
"Soal super flu yang sedang dikhawatirkan. Informasi (penularan) belum masuk ke Indonesia, namun tetap kita harus waspada," kata Rano saat menyambangi Kantor Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Barat, Senin.
Super flu adalah istilah populer (bukan istilah medis resmi) yang digunakan untuk menyebut flu dengan gejala lebih berat, penyebaran lebih cepat, atau dampak lebih luas dibanding flu biasa. Kendati belum terdeteksi di Indonesia, kata Rano, upaya mencegah perlu dilakukan, antara lain dengan menggunakan masker saat bepergian. "Penyakit seperti ini kan sifatnya penyakit pendatang," kata dia.
Rano menyampaikan, Pemprov DKI bakal melakukan pemantauan terhadap wisatawan ataupun masyarakat yang pulang berlibur dari luar negeri.
"Nanti kalau saudara-saudara kita pulang liburan dari luar negeri, saat tiba di bandara harus ada pemantauan. Ini memang kegiatan rutin, tapi kewaspadaan tetap perlu ditingkatkan," kata Rano.
Secara terpisah, Praktisi Kesehatan Masyarakat, dr. Ngabila Salama menyebut bahwa super flu bukanlah istilah resmi.
"Istilah ini dipakai media atau publik untuk menggambarkan flu yang terasa lebih berat, lebih lama, atau lebih mudah menular dari flu biasa," kata Ngabila.
Menurut Ngabila, sejumlah langkah praktis yang bisa dilakukan untuk mencegah super flu, yang pertama adalah vaksinasi influenza tahunan.
"Sehingga aman, tidak bikin flu dan sangat dianjurkan, terutama untuk keluarga atau pekerja publik," kata Ngabila.
"
Selanjutnya, kata dia, mengenakan masker saat flu atau di kerumunan, lalu rutin mencuci tangan.
"Selanjutnya tidur cukup dan kelola stres. Imunitas sangat bergantung pada ini. Terakhir, makan bergizi dan cairan cukup. Jadi, usahakan dalam makanan itu ada protein, sayur dan buah, jangan cuma karbo," kata Ngabila.




