Top
Begin typing your search above and press return to search.

BGN targetkan penambahan enam dapur SPPG daerah 3T di Papua Barat

Badan Gizi Nasional (BGN) menargetkan penambahan enam dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk daerah tertinggal, terdepan dan terluar (3T) di Provinsi Papua Barat.

BGN targetkan penambahan enam dapur SPPG daerah 3T di Papua Barat
X

Sumber foto: Antara/elshinta.com.

Badan Gizi Nasional (BGN) menargetkan penambahan enam dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk daerah tertinggal, terdepan dan terluar (3T) di Provinsi Papua Barat.

Koordinator BGN Regional Papua Barat Erika Vionita Werinussa di Manokwari, Jumat, mengatakan penyelenggaraan Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) harus menyasar daerah 3T secara bertahap.

“Tahun ini akan dibangun SPPG 3T di Kaimana dua titik, Teluk Wondama satu titik, dan Manokwari Selatan tiga titik,” kata dia.

Ia menjelaskan bahwa standar bangunan dapur SPPG 3T minimal 150 meter persegi, dan menggunakan seluruh peralatan berbahan stainless steel untuk menjaga higienitas makanan.

Pembangunan tersebut akan melibatkan investor secara perorangan, namun setelah beroperasi, pengelolaan setiap dapur SPPG daerah 3T wajib mengatasnamakan yayasan.

“Kemungkinan bulan Januari ini, tim appraisal sudah turun untuk melakukan penilaian di masing-masing lokasi,” ujar Erika.

Meski demikian, dirinya mengakui bahwa Papua Barat masih mengalami keterbatasan jumlah tenaga ahli gizi yang akan mengemban tugas di setiap dapur SPPG Program MBG.

Solusi yang ditempuh mitra pengelola SPPG yang telah beroperasi di wilayah perkotaan, yaitu mendatangkan tenaga ahli gizi dari luar Papua Barat, seperti Papua Barat Daya, bahkan Sulawesi Selatan.

“Kami harus mengakui masalah jumlah ahli gizi di Papua Barat masih sangat terbatas,” ucap Erika.

Menurut dia, BGN juga terus menjalin koordinasi dengan Ketua Dewan Pimpinan Daerah Persatuan Ahli Gizi (Persagi) Papua Barat Andry Parinussa guna menjawab permasalahan dimaksud.

Kolaborasi BGN dan Persagi tidak hanya mengatasi keterbatasan ahli gizi, melainkan rencana pelatihan untuk meningkatkan kreativitas pengolahan komoditas pangan lokal menjadi menu MBG.

“Selama tahun 2025, SPPG yang beroperasi sudah menggunakan menu lokal, tapi memang butuh pelatihan agar penyajiannya lebih bervariasi,” ucap Erika.

Ia menyebut jumlah penerima manfaat MBG di Papua Barat sepanjang tahun 2025 sebanyak 94.743 orang yang terdiri atas peserta didik dan kelompok 3B (ibu hamil, menyusui, dan balita).

Jumlah itu tersebar di enam kabupaten, yaitu Manokwari, Manokwari Selatan, Teluk Bintuni, Teluk Wondama, Fakfak dan Kaimana. Sedangkan Pegunungan Arfak, dimulai pada Februari 2026.

“Tahun 2025, SPPG yang beroperasi ada 43 dapur dan sebagian besar berlokasi di perkotaan. Hanya dua dapur di Fakfak yang berlokasi di daerah 3T,” ucap Erika.

Sumber : Radio Elshinta

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire