FK-KMK UGM gelar ASM 2026 soroti isu kesehatan lansia
Jumlah penduduk lanjut usia (lansia) di Indonesia saat ini terus mengalami peningkatan. Jumlah lansia yang cukup tinggi dapat menjadi potensi apabila mendapat dukungan pelayanan kesehatan dan sosial yang tepat.

Sumber foto: Izan Raharjo/elshinta.com.
Sumber foto: Izan Raharjo/elshinta.com.
Jumlah penduduk lanjut usia (lansia) di Indonesia saat ini terus mengalami peningkatan. Jumlah lansia yang cukup tinggi dapat menjadi potensi apabila mendapat dukungan pelayanan kesehatan dan sosial yang tepat.
Merespon berbagai masalah dengan semakin meningkatnya jumlah lansia, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada menggelar Annual Scientific Meeting (ASM) ke-19 Tahun 2026 dengan mengusung tema “Embracing Ageing: Stay Healthy, Sharp and Productive,” yang menekankan pentingnya penuaan sehat, aktif, mandiri, dan tetap produktif.
Ketua ASM 2026- Prof. Dr. dr. Denny Agustiningsih, M.Kes, AIFM., AIFO-K, mengatakan lansia adalah sebagai mitra pembangunan bukan menjadi beban. Dengan populasi lansia yang semakin banyak maka harus dipersiapkan berbagai hal agar dapat melewati masa tua dengan baik.
"Kualitas hidup yang terjaga, kesehatan fisik dan mental, memori, dan bagaimana bisa mengatur masalah keuangan, finansial, kebutuhan hidup," ujarnya saat konferensi pers di Auditorium FK-KMK UGM, Sabtu (07/02/2026).
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), persentase penduduk lansia di Indonesia telah mencapai sekitar 12 persen pada tahun 2024 dan diproyeksikan terus meningkat hingga lebih dari 20 persen pada tahun 2045. Kondisi ini menandai masuknya Indonesia ke dalam fase ageing population, yang sekaligus menjadi bonus demografi kedua.
Peningkatan jumlah lansia perlu dipandang tidak hanya sebagai tantangan, tetapi juga sebagai potensi pembangunan apabila didukung dengan kebijakan, layanan kesehatan, dan dukungan sosial yang tepat. Bonus demografi kedua menuntut kesiapan berbagai sektor untuk menjaga kualitas hidup lansia agar tetap berdaya dan mampu berkontribusi secara sosial maupun ekonomi.
Narasumber ASM- Dr. dr. Astuti, Sp.N, Subsp.NGD(K), mengungkapkan bahwa Yogyakarta menjadi kota dengan jumlah lansia cukup banyak dan menjadi kota dengan harapan hidup yang tinggi. Daerah Istimewa Yogyakarta saat ini tercatat sebagai provinsi dengan persentase penduduk lansia tertinggi di Indonesia, disusul oleh Jawa Timur dan Jawa Tengah. Kondisi ini menegaskan urgensi penguatan layanan kesehatan lansia, pencegahan penyakit kronis, serta upaya menjaga kemandirian dan kualitas hidup di usia lanjut.
"Maka penting bagaimana merawat fungsi kemampuan daya pikir otak tetap prima sehingga bisa berinteraksi dengan lingkungan dan kuat sampai akhir hayat," katanya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Izan Raharjo, Senin (9/2).
Faktor genetik berperan dalam menentukan kerentanan terhadap penyakit degeneratif dan kecepatan proses penuaan, sementara gaya hidup, aktivitas fisik, asupan nutrisi, dan pengelolaan stres turut memengaruhi ekspresi gen sepanjang kehidupan. Pemahaman ini menjadi landasan penting dalam pengembangan strategi promotif dan preventif kesehatan lansia.
Selain kesehatan fisik dan mental, fungsi kognitif menjadi aspek krusial dalam penuaan yang sehat. Fungsi kognitif yang terjaga memungkinkan lansia untuk tetap berpikir jernih, mengambil keputusan secara mandiri, beradaptasi dengan perubahan, serta mempertahankan peran sosialnya di lingkungan keluarga dan masyarakat. Upaya menjaga fungsi kognitif juga berperan dalam menurunkan risiko demensia, disabilitas, serta ketergantungan di usia lanjut.
ASM 2026 diselenggarakan dalam bentuk seminar ilmiah hybrid pada Sabtu, 7 Februari 2026, bertempat di Auditorium Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada. Kegiatan ini diikuti oleh peserta dari berbagai latar belakang, termasuk mahasiswa sarjana dan pascasarjana, dokter spesialis, dosen, peneliti, tenaga kesehatan, serta pemangku kepentingan yang memiliki perhatian dan keterlibatan dalam bidang kesehatan lansia.
Ketua Dies Natalis – Prof. dr. Retno Sutomo, Ph.D, Sp.A (K), mengatakan pelaksanaan ASM 2026 juga menjadi bagian dari rangkaian kegiatan ilmiah dalam memperingati Dies Natalis ke-80 FK-KMK UGM, HUT ke-14 Rumah Sakit Akademik (RSA) UGM, HUT ke-44 RSUP Dr. Sardjito, serta HUT ke-98 RSUP Dr. Soeradji Tirtonegoro. Momentum ini menegaskan komitmen institusi pendidikan dan layanan kesehatan dalam pengembangan ilmu pengetahuan, pendidikan, serta praktik kesehatan yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat, khususnya kelompok lanjut usia.
"Dies Natalis ini cakuoanya cukup luas. Selain ASM juga ada bakti sosial, hiburan, lomba-lomba, olahraga, ziarah, nyadran, pameran keris," jelasnya.




