Ingin penghasilan tambahan, Zumaroh, kader PKK Kudus ikut pelatihan NaPOS RS Mardi Rahayu
Wajah Zumaroh (46) warga Desa Sidorekso Kecamatan Kaliwungu kabupaten Kudus Jawa Tengah berbinar-binar ketika ikut pelatihan Tenaga Pendamping Orang Sakit (NaPOS) yang diselenggarakan oleh RS Mardi Rahayu Kudus.

Sumber foto: Sutini/elshinta.com.
Sumber foto: Sutini/elshinta.com.
Wajah Zumaroh (46) warga Desa Sidorekso Kecamatan Kaliwungu kabupaten Kudus Jawa Tengah berbinar-binar ketika ikut pelatihan Tenaga Pendamping Orang Sakit (NaPOS) yang diselenggarakan oleh RS Mardi Rahayu Kudus. Ibu rumah tangga dengan anak 4 ini mengaku ikut jadi NaPOS cita-citanya waktu dahulu pengen menjadi perawat tercapai.
Kader PKK ini menceritakan sebelumnya ia aktif di berbagai kegiatan di desa karena anak-anaknya sudah besar ia berkeinginan mendapatkan penghasilan tambahan karena selama ini hanya jadi ibu rumah tangga sementara suaminya bekerja sebagai petani. "Dengan ikut pelatihan ini saya sangat senang nantinya bisa ikut ngerawat orang sakit", katanya, Senin (5/1).
Direktur Utama RS Mardi Rahayu Kudus dr. Pujianto mengatakan pihaknya kembali mengelar Pelatihan NaPOS yang kelima kalinya diadakan. Dinana, pelatihan ini bebas biaya alias gratis.
Pelatihan kali ini dilaksanakan atas kerjasama RS Mardi Rahayu dengan Tim Penggerak PKK (Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga) Kabupaten Kudus. Pelatihan intensif yang akan berlangsung selama hampir satu bulan sejak tanggal 5 Januari 2026 ini diisi dengan pemberian teori dan praktek secara langsung.
“Dengan Pelatihan NaPOS ini diharapkan berhasil mencetak tenaga siap kerja yang mampu melakukan pemeriksaan tanda-tanda vital kehidupan, pemberian asupan makanan/minuman/obat termasuk dengan selang (sonde), perawatan luka sederhana, pembersihan berkala saluran nafas dengan alat bantu, memandikan (termasuk pada bayi), mencuci pakaian terkontaminasi, mengangkat, memobilisasi dan alih baring dengan benar, dan lain-lain dengan memperhatikan etika dan sopan santun", ujarnya.
Pelatihan diikuti peserta pria ataupun wanita dengan usia 20 sampai 50 tahun, pendidikan minimal lulus SMP sederajat, lolos persyaratan administrasi dan pemeriksaan fisik. Selain memperoleh ilmu, peserta dari beraneka ragam latar belakang juga memperoleh beberapa keuntungan, seperti uang saku harian, kepesertaan BPJS Kesehatan, kepesertaan BP Jamsostek, rekomendasi dan penyaluran pekerjaan dalam naungan pelayanan home care RS Mardi Rahayu.
Program pelatihan dan diikuti penyaluran tenaga pendamping orang sakit ini diharapkan dapat membantu menciptakan lapangan kerja melalui pendidikan non formal, terutama untuk masyarakat Kudus. Selain itu, upaya pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan NaPOS juga untuk membantu keluarga pasien yang membutuhkan tenaga pendamping orang sakit saat merawat anggota keluarga di rumah paska rawat inap. Para peserta pelatihan akan siap bekerja pada bulan Februari 2026, apabila ada masyarakat yang memerlukan layanan tersebut, dapat menghubungi tim Homecare RS Mardi Rahayu di nomor 088806500777.
Ketua TP PKK Kudus Endhah Sam'ani Intakoris mengatakan adanya pelatihan NaPOS kerja sama dengan RS Mardi Rahayu ingin memberikan bekal kepada para kader di desa-desa mempunyai ketrampilan yang bisa menambah penghasilan bagi keluarga. "Ini merupakan program kerja kami ditahun 2026 ini untuk memberikan bekal ketrampilan kepada para kader agar memperoleh penghasilan selain itu juga bisa membantu orang yang sakit", ujarnya.
Endhah meminta kepada para kader untuk serius mengikuti pelatihan karena banyak ilmu yang bisa diperoleh secara gratis. "Kami juga meminta kepada pihak RS Mardi Rahayu untuk kerjasama selanjutnya tidak hanya kali ini tapi kedepan akan ada pelatihan lagi kader-kader yang bisa terlibat", imbuhnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Sutini, Selasa (6/1).




