Top
Begin typing your search above and press return to search.

Kemenkes RI pastikan belum ada pasien positif terinfeksi virus Nipah

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memastikan belum ada kasus yang terkonfirmasi pasien terinfeksi virus Nipah di Indonesia, dengan sejumlah kasus suspek yang dilaporkan di beberapa daerah semua uji labnya memperlihatkan hasil negatif.

Kemenkes RI pastikan belum ada pasien positif terinfeksi virus Nipah
X

Sumber foto: Antara/elshinta.com.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memastikan belum ada kasus yang terkonfirmasi pasien terinfeksi virus Nipah di Indonesia, dengan sejumlah kasus suspek yang dilaporkan di beberapa daerah semua uji labnya memperlihatkan hasil negatif.

Direktur Surveilans dan Karantina Kesehatan Kemenkes Sumarjaya dalam diskusi daring yang diikuti dari Jakarta, Selasa, menjelaskan belum ada laporan kasus konfirmasi pasien positif terinfeksi virus Nipah di Tanah Air, meski dalam periode 2024-2026 terdapat 16 kasus pasien suspek yang dilaporkan.

"Semua hasil labnya adalah negatif," tutur Sumarjaya.

Berdasarkan data Kemenkes, kata dia, terdapat 16 kasus suspek terinfeksi virus Nipah yang semuanya dinyatakan negatif. Pada 2026 sejauh ini terdapat dua kasus suspek masing-masing di Jawa Tengah dan Sulawesi Utara.

Sementara pada 2025 dilaporkan sembilan kasus suspek dan lima kasus pada tahun 2024. Provinsi yang melaporkan temuan suspek adalah Riau, Jawa Barat, Jawa Tengah, Sulawesi Utara, dan Kalimantan Barat.

Sumarjaya menyebut terdapat sejumlah faktor risiko virus Nipah tersebut masuk ke Nusantara, termasuk adanya temuan virus tersebut di kelelawar, dengan Indonesia menjadi wilayah jelajah dari Kelelawar Buah yang dapat membawa virus tersebut,

Selain itu terdapat pula faktor risiko tingginya mobilitas dan kedekatan geografis dengan negara yang pernah melaporkan temuan kasus, seperti Malaysia, Singapura, dan Filipina.

Kebiasaan berburu dan memakan kelelawar di sejumlah daerah juga masuk dalam faktor risiko yang harus dipertimbangkan.

Untuk itu Sumarjaya menekankan perlunya langkah pencegahan masuknya virus Nipah itu ke Indonesia, termasuk di titik-titik masuknya pendatang seperti pelabuhan dan bandara.

"Kita tahu penularannya itu kontak erat. Artinya, sebenarnya sudah disampaikan risikonya rendah, tapi artinya yang penting itu pencegahan," ujar Direktur Surveilans dan Karantina Kesehatan Kemenkes Sumarjaya.

Sumber : Antara

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire