Top
Begin typing your search above and press return to search.

Pasien kasus keracunan MBG di Grobogan berangsur pulih

Dinas Kesehatan Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah mencatat pasien akibat dugaan keracunan makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang masih menjalani perawatan tersisa 18 pasien, sedangkan sebagian besar berangsur pulih, sehingga diperbolehkan pulang.

Pasien kasus keracunan MBG di Grobogan berangsur pulih
X

Sumber foto: Antara/elshinta.com.

Dinas Kesehatan Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah mencatat pasien akibat dugaan keracunan makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang masih menjalani perawatan tersisa 18 pasien, sedangkan sebagian besar berangsur pulih, sehingga diperbolehkan pulang.

"Untuk saat ini tidak ada penambahan pasien baru. Kondisi pasien yang masih dirawat stabil dan menunjukkan perkembangan positif. Seluruh pasien tersebut terus dipantau secara intensif oleh tenaga medis di masing-masing fasilitas pelayanan kesehatan," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Grobogan Djatmiko di Blora, Rabu.

Ia menambahkan tim kesehatan tetap bersiaga untuk memberikan penanganan lanjutan hingga seluruh pasien dinyatakan pulih dan diperbolehkan pulang.

Dinas Kesehatan juga masih melakukan pemantauan setelah kejadian serta berkoordinasi dengan fasilitas pelayanan kesehatan guna memastikan tidak muncul kasus susulan.

Djatmiko mengungkapkan dari 803 warga yang tercatat mengalami gejala keracunan, sebanyak 724 orang dinyatakan sembuh dan diperbolehkan pulang. Sedangkan yang masih menjalani perawatan tersisa 18 orang dari jumlah sehari sebelumnya 115 pasien.

Ia merinci pasien yang masih dirawat terdiri atas sembilan orang di RSUD Ki Ageng Getas Pendowo, tiga orang di RSUD dr. R. Soedjati Purwodadi, satu orang di Puskesmas Gubug I, serta lima orang di Puskesmas Godong I. Seluruh pasien tersebut, dalam kondisi stabil dan terus mendapatkan penanganan medis.

Sebelumnya, ratusan siswa sekolah dasar hingga santri pondok pesantren di Kecamatan Gubug dilaporkan mengalami gejala mual, muntah, dan diare setelah mengonsumsi makanan dari program MBG yang dibagikan pada Jumat (9/1). Sedangkan penyuplai menu makanan tersebut SPPG Kuwaron 1.

Dinas Kesehatan bersama instansi terkait juga melakukan penanganan medis serta penyelidikan untuk mengetahui penyebab kejadian tersebut, termasuk pengambilan sampel makanan untuk pemeriksaan laboratorium.

Sementara itu, Dinas Pendidikan Kabupaten Grobogan juga berkoordinasi dengan berbagai pihak, di antaranya Camat, Koramil, Polsek, Koordinator Wilayah Dinas Pendidikan, serta fasilitas layanan kesehatan setempat.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Grobogan Purnyomo menyatakan koordinasi lintas sektor dilakukan untuk memastikan penanganan berjalan cepat, efektif, dan efisien agar tidak menimbulkan dampak yang lebih luas.

"Hingga saat ini kondisi para siswa terus dipantau, sementara evaluasi serta penelusuran penyebab kejadian masih dilakukan oleh pihak berwenang," ujarnya.

Sumber : Antara

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire