Pemkab Boyolali tingkatkan layanan kesehatan dengan General Monitor Diagnostic di tiap Puskesmas
Dalam rangka meningkatkan layanan kesehatan masyarakat, Dinas Kesehatan Kabupaten Boyolali Jawa Tengah, menyediakan alat kesehatan General Monitor Diagnostic di 25 Puskesmas di seluruh Kabupaten Boyolali.

Sumber foto: Sarwoto/elshinta.com.
Sumber foto: Sarwoto/elshinta.com.
Pemkab Boyolali tingkatkan layanan kesehatan dengan General Monitor Diagnostic di tiap Puskesmas
Dalam rangka meningkatkan layanan kesehatan masyarakat, Dinas Kesehatan Kabupaten Boyolali Jawa Tengah, menyediakan alat kesehatan General Monitor Diagnostic di 25 Puskesmas di seluruh Kabupaten Boyolali.Dalam rangka meningkatkan layanan kesehatan masyarakat, Dinas Kesehatan Kabupaten Boyolali Jawa Tengah, menyediakan alat kesehatan General Monitor Diagnostic di 25 Puskesmas di seluruh Kabupaten Boyolali.
General Monitor Diagnostic adalah alat medis multifungsi yang mengintegrasikan berbagai fungsi diagnostik dalam satu perangkat. Seperti pemeriksaan THT (ENT Inspection), Elektrokardiogram (EKG), pengukuran tekanan daran non invasif (NIBP), memantau saturasi oksigen dan frekuensi nadi (SpO2 dan Pulse Frequency) serta pengukiran suhu tubuh.
Alat ini dapat pula diintegrasikan dengan pemeriksaan kimia darah (cholesterol, glukosa dan asam urat) dengan waktu yang relatif cepat. Alat General Monitor Diagnostic ini dapat dijadikan solusi tepat untuk efisiensi ruang, efisiensi waktu, akurasi tinggi dan mobilitas.
Hal ini dijelaskan oleh Kepala Dinkes Kabupaten Boyolali FX. Kristandiyoko saat mendampingi Bupati Boyolali Agus Irawan saat monitoring alat di Kecamatan Klego dan Simo, Kamis (22/1/2026).
Alat General Monitor Diagnostic ini merupakan proyek pengadaan akhir tahun 2025, dengan anggaran APBD Kabupaten Boyolali senilai total Rp4,25 miliar. Dengan harga masing-masing alat sekitar Rp170 juta, yang sudah selesai didistribusikan ke 25 puskesmas.
Sementara itu, Bupati Agus mengecek alat-alat kesehatan secara langsung di Puskesmas Klego dan Simo. Bupati Agus mengapresiasi pengadaan alat kesehatan yang bisa dalam waktu tiga menit sudah bisa memperoleh hasil akurat.
"Harapannya alat ini bisa bermanfaat dengan baik, bisa melayani dengan cepat, sehingga pelayanan kesehatan benar-benar bisa meningkat," kata Agus Irawan seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Sarwoto.




