Top
Begin typing your search above and press return to search.

RSUP Dr. Sardjito bangun Gedung CMU, perkuat layanan kesehatan

RSUP Dr. Sardjito tengah memulai babak baru dalam sejarah kesehatan nasional. Melalui pembangunan Gedung Central Medical Unit (CMU), rumah sakit rujukan utama di DIY dan Jawa Tengah ini diproyeksikan akan menjadi rumah sakit masa depan.

RSUP Dr. Sardjito bangun Gedung CMU, perkuat layanan kesehatan
X

Sumber foto: Izan Raharjo/elshinta.com.

RSUP Dr. Sardjito tengah memulai babak baru dalam sejarah kesehatan nasional. Melalui pembangunan Gedung Central Medical Unit (CMU), rumah sakit rujukan utama di DIY dan Jawa Tengah ini diproyeksikan akan menjadi rumah sakit masa depan.

Pembangunan CMU ini ditandai dengan ground breaking oleh Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X, dan Dirut RSUP dr. Sardjito, Eniarti pada Kamis (08/01), di Kompleks RSUP dr. Sardjito, Sleman. Proyek ini juga disebut menjadi salah satu supaya memenangkan kembali kepercayaan masyarakat agar tidak lagi melirik rumah sakit di luar negeri.

Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin menyoroti bahwa kelemahan Indonesia selama ini bukan hanya pada alat, tapi pada aspek komunikasi dan empati. "Masyarakat ke luar negeri itu bukan cuma soal fasilitas, tapi karena merasa lebih 'dimanusiakan'. Maka, saya titip, tingkatkan kemampuan non-medis dokter kita. Komunikasi dan empati harus utama agar pasien merasa nyaman dan percaya," ujarnya.

Menteri Budi menegaskan bahwa transformasi ini adalah langkah radikal untuk menata ulang efisiensi. Dari 32 gedung yang ada, nantinya akan dirampingkan menjadi hanya 9 gedung utama, namun dengan kapasitas dan fasilitas yang melonjak 2 hingga 3 kali lipat.

"Targetnya bukan di 2040, tapi kita percepat ke 2029 agar bisa diresmikan Bapak Presiden. Kita ingin RSUP Dr. Sardjito menjadi rumah sakit yang tidak hanya menyembuhkan penyakit, tapi merawat kehidupan," ujar Menteri Budi.

Namun, bagi Menteri Budi, gedung megah bukanlah kunci utama. Komunikasi dan empati dalam melayani pasien harus menjadi hal paling standar. Hai Itulah yang harus dibangun agar orang Jogja, terutama lansia, nyaman dan terlayani dengan baik.

Senada dengan Menteri Kesehatan, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menegaskan bahwa pembangunan fasilitas kesehatan tidak hanya soal membangun gedung dan sistem, tetapi juga tentang merawat nilai kemanusiaan dan memberi harapan bagi masyarakat. Pembangunan ini menjadi tonggak penguatan layanan kesehatan masa depan.

CMU RSUP Dr. Sardjito dibangun sebagai pusat layanan terintegrasi yang menghubungkan berbagai layanan penting rumah sakit, mulai dari gawat darurat, perawatan intensif, ruang operasi, hingga layanan diagnostik dan digital dalam satu alur pelayanan yang berkesinambungan. Konsep ini diharapkan dapat meningkatkan keselamatan pasien dan kenyamanan selama menjalani perawatan.

Sri Sultan menekankan bahwa rumah sakit tidak boleh menjadi tempat yang terasa dingin dan kaku. Menurutnya, pelayanan kesehatan harus tetap mengedepankan empati dan rasa kemanusiaan, di tengah kemajuan teknologi dan sistem layanan yang semakin modern.

“Rumah sakit bukan sekadar tempat penyembuhan raga, melainkan ruang pengayoman, tempat harapan dipelihara, dan rasa aman ditumbuhkan,” ungkapnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Izan Raharjo, Kamis (15/1).

Dalam pendekatan ini, pasien dipandang bukan sekadar objek layanan, tetapi sebagai subjek yang dipandu secara menyeluruh dalam perjalanan perawatannya. Teknologi kesehatan, termasuk kecerdasan buatan, diposisikan sebagai alat bantu untuk mendukung pengambilan keputusan medis, bukan menggantikan sentuhan manusiawi tenaga kesehatan.

Sri Sultan juga menyoroti pentingnya memperhatikan kesejahteraan tenaga kesehatan. Lingkungan kerja yang saling menghargai, penuh empati, dan saling percaya diyakini dapat meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus menjaga keberlanjutan sistem kesehatan.

Direktur Utama RSUP Dr. Sardjito, Eniarti, menyampaikan bahwa pembangunan Gedung CMU merupakan wujud komitmen rumah sakit dalam menghadirkan layanan kesehatan yang modern, terintegrasi, dan berfokus pada keselamatan pasien. Gedung ini dirancang sebagai pusat layanan medis terpadu yang mengintegrasikan berbagai layanan penting, mulai dari gawat darurat, perawatan intensif, kamar operasi, hingga layanan diagnostik berteknologi tinggi dalam satu sistem pelayanan yang saling terhubung. Dengan pendekatan ini, diharapkan proses perawatan pasien menjadi lebih efektif, aman, dan berkesinambungan.

Gedung Central Medical Unit akan dibangun di atas lahan seluas 10.043,77 meter persegi, terdiri dari 13 lantai dan dua basement, dengan total luas bangunan mencapai 55.574 meter persegi. “Gedung ini akan dilengkapi berbagai fasilitas medis modern, antara lain kamar operasi canggih untuk bedah robotik dan kamar operasi hibrida dengan sistem angio-CT, serta dukungan peralatan radiologi mutakhir seperti MRI 3 Tesla dan CT spectral photon-counting,” jelas Eniarti.

Selain itu, Gedung CMU juga akan dilengkapi laboratorium produksi sel punca (stem cell), cath lab biplane, serta kapasitas layanan yang komprehensif. Meliputi, 52 tempat tidur emergensi, 29 kamar operasi, 6 cath lab, 192 tempat tidur perawatan intensif, serta fasilitas parkir yang memadai.

Pembangunan Gedung CMU melibatkan PT Hutama Karya dan PT Wijaya Karya sebagai kontraktor pelaksana, serta KSO Yodya Karya–Griksa Cipta sebagai konsultan perencana. Gedung ini ditargetkan menjadi Center of Excellence (CoE) dengan layanan unggulan, seperti layanan emergensi, bedah minimal invasif, transplantasi organ, hingga precision medicine yang didukung laboratorium sel dan sel punca.

Tidak hanya berfokus pada layanan klinis, Gedung CMU juga dilengkapi fasilitas pendukung seperti layanan diagnostik terpadu, ruang perawatan intensif, co-working space, serta ruang publik pendukung. “Pembangunan ini diharapkan dapat menciptakan ekosistem pelayanan kesehatan yang holistik, terintegrasi, dan berorientasi pada peningkatan kualitas hidup pasien,” katanya.

RSUP Dr. Sardjito menargetkan keterlibatan lebih dari 1.500 tenaga medis dan profesional kesehatan untuk mendukung operasional seluruh layanan di Gedung CMU. Dengan nilai kontrak pembangunan sebesar Rp917,97 miliar, proyek ini diharapkan menjadi langkah maju dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang berkualitas tinggi, aman, dan terjangkau bagi masyarakat, sekaligus memperkuat peran RSUP Dr. Sardjito sebagai rumah sakit rujukan nasional.

Sumber : Radio Elshinta

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire