Turunkan stunting, Pemkab Boyolali hibahkan laparoskopi ke rumah sakit
Sebagai upaya dalam mendukung program Keluarga Berencana (KB) Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP), sekaligus upaya menurunkan angka stunting di Kabupaten Boyolali, RSU Indriati Boyolali Jawa Tengah meluncurkan layanan laparoskopi Metode Operasi Wanita (MOW), Jumat (6/2) pekan lalu.

Sumber foto: Sarwoto/elshinta.com.
Sumber foto: Sarwoto/elshinta.com.
Sebagai upaya dalam mendukung program Keluarga Berencana (KB) Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP), sekaligus upaya menurunkan angka stunting di Kabupaten Boyolali, RSU Indriati Boyolali Jawa Tengah meluncurkan layanan laparoskopi Metode Operasi Wanita (MOW), Jumat (6/2) pekan lalu.
Peluncuran dilakukan oleh Sekda Boyolali, Wiwis Trisiwi Handayani. Dalam sambutannya, ia menegaskan, layanan MOW merupakan metode kontrasepsi permanen yang sangat aman dan efektif.
“Layanan MOW adalah wujud komitmen kita bersama dalam meningkatkan capaian MKJP. Ini bukan hanya kontrasepsi, tapi juga upaya strategis menjamin kesehatan ibu dan anak,” ujar Wiwis Trisiwi Handayani seperti dilaporkan Kontributor Elshinta Sarwoto, Senin (9/2).
Pemerintah Kabupaten Boyolali memberikan hibah berupa satu paket alat kedokteran Laparoskopi MOW melalui Dinas DP2KBP3A kepada RSU Indriati Boyolali. Bantuan ini ditujukan untuk meningkatkan kualitas pelayanan MOW, kesejahteraan keluarga, serta mendukung percepatan penurunan stunting.
Sekda menekankan tiga hal penting dalam pelaksanaan MOW, yakni pelayanan harus dilakukan secara profesional dan sesuai SOP. MOW tidak sekadar mencegah kehamilan permanen, tetapi juga menurunkan risiko kanker ovarium.
"Layanan ini bagian dari intervensi sensitif pemerintah untuk menekan angka kematian ibu dan bayi serta mewujudkan keluarga berkualitas," urai Wiwis Trisiwi.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para akseptor KB.
“Terima kasih atas keberanian dan komitmennya. Ibu-ibu adalah pahlawan keluarga dalam menyiapkan generasi emas Boyolali,” katanya.
Sementara itu, Direktur RSU Indriati Boyolali, Julita Ruli Titisari, menyebut hari ini sebagai momen penting bagi layanan kesehatan di Boyolali.
“Hari ini adalah lauching laparoskopi MOW di Boyolali. Dengan adanya alat laparoskopi hibah dari Pemkab, ini menjadi amanah bagi RSU Indriati untuk mendukung penuh program KB dan MOW,” ujarnya.
Julita menambahkan, selama ini banyak akseptor harus dirujuk ke luar daerah, terutama ke Solo.
“Sekarang layanan bisa dilakukan di Boyolali. Ini memudahkan masyarakat dan mempercepat akses pelayanan,” jelasnya.




