Waspada! Penyakit ini punya gejala mirip gerd, apa saja itu?
Waspada berbagai penyakit dengan gejala mirip GERD seperti serangan jantung dan akalasia. Kenali perbedaan ciri-cirinya agar mendapatkan penanganan yang tepat.

Kira-kira apa saja penyakit yang gejalanya mirip dengan gerd? Berikut penjelasan lengkapnya.
Kira-kira apa saja penyakit yang gejalanya mirip dengan gerd? Berikut penjelasan lengkapnya.
Banyak orang sering kali langsung menyimpulkan bahwa sensasi terbakar di dada atau rasa tidak nyaman di ulu hati adalah tanda pasti dari Gastroesophageal Reflux Disease atau GERD. Kondisi ini memang umum terjadi akibat asam lambung yang naik ke kerongkongan. Namun, sejatinya kita perlu waspada karena beberapa penyakit serius lainnya ternyata punya gejala mirip GERD yang sering kali mengecoh.
Memahami perbedaan ini sangatlah penting. Pasalnya, kesalahan diagnosis mandiri bisa berakibat fatal, terutama jika gejala yang dirasakan sebenarnya bersumber dari gangguan organ vital seperti jantung atau paru-paru. Berikut ini ulasan mendalam berbagai penyakit yang sering disalahartikan sebagai GERD agar kita lebih berhati-hati dalam mengenali sinyal tubuh.
Penyakit yang sering dikira GERD
Berikut adalah beberapa kondisi medis yang memiliki manifestasi klinis mirip dengan refluks asam lambung:
1. Serangan jantung dan angina
Salah satu kondisi paling berbahaya yang sering dikira GERD adalah serangan jantung. Keduanya sama-sama menimbulkan sensasi heartburn atau nyeri di area dada. Namun, nyeri pada serangan jantung biasanya terasa seperti ditekan beban berat atau diremas, dan sering kali menjalar ke lengan kiri, leher, hingga rahang. Berbeda dengan GERD yang biasanya memburuk setelah makan atau saat berbaring, nyeri jantung sering kali muncul saat aktivitas fisik berat atau stres emosional.
2. Gastroparesis
Gastroparesis adalah kondisi di mana otot lambung tidak bekerja dengan normal, sehingga proses pengosongan lambung menjadi sangat lambat. Gejalanya meliputi mual, muntah, cepat kenyang, dan nyeri perut bagian atas yang sangat mirip dengan GERD. Karena makanan tertahan lebih lama di lambung, tekanan di dalam perut meningkat dan dapat memicu naiknya asam lambung, sehingga kedua kondisi ini sering terjadi bersamaan atau saling mengaburkan diagnosis.
3. Akalasia
Akalasia terjadi ketika kerongkongan kehilangan kemampuan untuk mendorong makanan ke bawah dan katup antara kerongkongan dan lambung (LES) gagal terbuka. Akibatnya, makanan menumpuk di kerongkongan. Penderita akalasia sering merasakan sensasi makanan tersangkut, nyeri dada, dan regurgitasi (makanan naik kembali ke tenggorokan), yang merupakan ciri khas utama GERD.
4. Gangguan kantong empedu
Batu empedu atau peradangan pada kantong empedu (kolesistitis) dapat menyebabkan nyeri tajam di perut kanan atas yang menjalar ke ulu hati. Karena lokasi nyerinya berdekatan dengan lambung, banyak pasien yang menganggapnya sebagai gejala maag kronis atau GERD. Perbedaannya, nyeri empedu biasanya terjadi secara mendadak dan intens, sering kali setelah mengonsumsi makanan berlemak.
5. Esofagitis eosinofilik (EoE)
EoE adalah kondisi peradangan kronis pada kerongkongan yang dipicu oleh reaksi alergi terhadap makanan atau alergen lingkungan. Peradangan ini membuat kerongkongan menyempit dan kaku. Pasien akan mengalami kesulitan menelan dan nyeri dada yang sangat identik dengan gejala GERD, namun pengobatan standar untuk asam lambung biasanya tidak memberikan perbaikan signifikan pada penderita EoE.
Mengapa gejala tersebut bisa mirip?
Kesamaan gejala ini terjadi karena saraf di area dada dan perut bagian atas saling berhubungan erat. Otak terkadang sulit membedakan sumber nyeri yang berasal dari kerongkongan, lambung, atau jantung karena semuanya dikirim melalui jalur saraf yang serupa. Inilah alasan mengapa diagnosis medis melalui pemeriksaan fisik, endoskopi, atau EKG sangat diperlukan untuk memastikan penyebab pastinya.
Kapan harus segera ke dokter?
Meskipun GERD dapat dikelola dengan perubahan gaya hidup dan obat-obatan, kamu tidak boleh menyepelekan gejala yang menetap. Segera konsultasikan ke dokter jika mengalami:
- Nyeri dada yang sangat hebat dan menjalar ke bagian tubuh lain.
- Kesulitan menelan (disfagia) yang semakin parah.
- Penurunan berat badan tanpa alasan yang jelas.
- Muntah darah atau feses berwarna hitam.
- Gejala tidak membaik meskipun sudah mengonsumsi obat penurun asam lambung selama dua minggu.
Dengan mengenali bahwa banyak penyakit punya gejala mirip GERD, diharapkan kita bisa lebih bijak dalam menyikapi gangguan kesehatan yang dialami. Jangan ragu untuk melakukan pemeriksaan medical check-up secara rutin demi mendeteksi potensi masalah kesehatan sejak dini.




