Top
Begin typing your search above and press return to search.

Harga kedelai impor melonjak, pengrajin tahu oleh-oleh khas Kediri tetap eksis layani pemudik saat lebaran

Momentum Lebaran selalu identik dengan lonjakan permintaan pangan, tak terkecuali bagi komoditas tahu. Di tengah fluktuasi harga kedelai impor asal Amerika para perajin tahu lokal tetap optimis menjaga kualitas tanpa membebani pelanggan, meski biaya produksi merangkak naik.

Harga kedelai impor melonjak, pengrajin tahu oleh-oleh khas Kediri tetap eksis layani pemudik saat lebaran
X

Sumber foto: Fendi Lesmana/elshinta.com.

Momentum Lebaran selalu identik dengan lonjakan permintaan pangan, tak terkecuali bagi komoditas tahu. Di tengah fluktuasi harga kedelai impor asal Amerika para perajin tahu lokal tetap optimis menjaga kualitas tanpa membebani pelanggan, meski biaya produksi merangkak naik.

​Kenaikan harga bahan baku impor mulai dirasakan oleh para pengusaha tahu menjelang Idulfitri lalu hingga sampai sekarang. Salah satu pemilik produksi usaha tahu legendaris merek Bah Kacung, Herman Budiono, mengungkapkan bahwa harga kedelai impor saat ini merangkak naik dari Rp9.300 menjadi Rp9.750 per kilogram.

​Meski terdapat kenaikan sekitar Rp 450 (setara kurang lebih 5%), para pengusaha mengaku kondisi ini masih dalam batas toleransi." Kalau kenaikan segitu masih bisa ditolerir. Dulu pernah dari harga Rp8.000 langsung melonjak ke Rp10.000, itu yang bikin rugi besar. Kalau sekarang naiknya sekitar 300 sampai 400 rupiah per kilo, masih dianggap normal," ujar pria yang sudah melakoni usaha kuliner tersebut dari tiga generasi


Kedelai Import Naik, Harga Tahu Kuning Khas Kediri di Jual Harga Tetap

Menariknya, meskipun harga bahan baku naik, ketersediaan stok kedelai di pasar terpantau aman. Hal ini sangat krusial mengingat permintaan tahu meningkat tajam selama musim Lebaran.

Jika pada hari biasa rumah produksi ini mengolah sekitar 1 kuintal (100 kg) kedelai per hari, saat Lebaran jumlahnya melonjak hingga 3 kuintal per hari.

​Untuk mengatasi lonjakan produksi tersebut, pemilik usaha bahkan harus menambah tenaga kerja tambahan atau "karyawan bon-bonan" (harian) guna memastikan pesanan terpenuhi.

​Terkait strategi menyiasati harga,Herman Budiono mengaku untuk tidak mengubah ukuran tahu maupun menaikkan harga jual secara drastis. Menjaga kepuasan dan kepercayaan pelanggan lama menjadi prioritas utama dibandingkan mengejar keuntungan sesaat di tengah kenaikan bahan baku.


​Warisan Generasi Ketiga

Tahu legendaris merek Bah Kacung berdiri sejak tahun 1912, bisnis keluarga ini kini dikelola oleh generasi ketiga. Herman Budiono termotivasi meneruskan usaha kakek buyutnya karena melihat prospek cerah dan daya saing tahu yang tetap tinggi di masyarakat, meski kompetisi kini semakin ketat.

​"Prospek ke depannya bagus. Daya saing sekarang memang lebih tinggi dan berkembang, tapi kami tetap optimis," pungkasnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Fendi Lesmana, Jumat (27/3).

​Keteguhan para pelaku usaha mikro seperti ini menunjukkan bahwa integritas produk dan menjaga hubungan baik dengan pelanggan adalah kunci utama bertahan selama lebih dari satu abad.

Sumber : Radio Elshinta

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire