Warga Majalengka berburu menu rumahan di bulan Ramadan
Bulan Ramadhan bagi pemilik usaha kuliner adalah momen untuk meraup cuan berlimpah di bulan yang penuh berkah. Tak heran memasuki bulan ini para pemilik rumah makan, restoran dan kedai berlomba menarik simpati para pembeli.

Sumber foto: Enok Carsinah/elshinta.com.
Sumber foto: Enok Carsinah/elshinta.com.
Bulan Ramadhan bagi pemilik usaha kuliner adalah momen untuk meraup cuan berlimpah di bulan yang penuh berkah. Tak heran memasuki bulan ini para pemilik rumah makan, restoran dan kedai berlomba menarik simpati para pembeli.
Hal itu pula, yang dilakukan. Salah satu kedai yang sudah beroperasi sejak tahun 2010, yaitu Kedai Alsa. Kedai selalu eksis di bulan Ramadhan dan selalu menjadi magnet warga yang tidak sempat untuk memasak di rumah dan kedai Alsa jadi pilihan untuk membeli semua kebutuhan berbuka puasa khususnya menu masakan.
Menariknya, kedai yang sudah membuka 3 cabang di Majalengka kota ini, sengaja menghadirkan menu menu rumahan dengan lebih dari 50 jenis menu dari mulai berbagai olahan sayur, tumis-tumisan, ikan, daging, sambal, pepes, yang terkadang membuat bingung pembeli.
"Alhamdulillah sampai hari ini (hari kedua puasa ramadhan) animo masyarakat sangat tinggi. Jadi kita semangat menyediakan menu menu yang hampir 50 macam ini dan diterima masyarakat secara baik," ungkap Owner dari Kedai Alsa, Hesti Komah, Jumat sore (20/2/2026)
Ia memaparkan. Pihaknya ready di tiga kedainya sejak pukul 12.00 siang dan puncak ramainya pembeli dari pukul 15.00 hingga pukul 18.00.
"Biasanya kita buka dari jam 12.00, tapi puncaknya jam 15.00 sampai jam 18.00, yang membeli kadang-kadang hanya untuk berbuka ada juga untuk sahur, yang membeli biasanya lebih dari 4 ada sampai 10 jenis menu yang dibawa pulang," ungkap Hesti.
Menurutnya, salah satu daya tarik yang disajikan Kedai Alsa adalah menu-menu rumahan, mengingat kata Hesti bagaimana kesibukan para ibu khususnya wanita karier yang sulit bersentuhan dengan dapur karena sibuk
"Setiap tahun Kedai Alsa selalu menghadirkan menu menu rumahan, kenapa karena faham bagaimana ibu-ibi di luar wanita karier yang tidak sempat untuk megang kuwali (wajan), kompor, jadi bisa mampir ke kedai Alsa dengan menu-menu rumahan yang tidak asing di lidah mereka," tandasnya.
Untuk harga, Hesti mengaku sangat ramah di kantong bahkan dari harga Rp 1.000 seperti tempe tahu, ada juga Rp. 3 ribu untuk pepesan, sayur dari harga Rp 5.000.
"Untuk ragam jenis menunya dilihat dari sayuran ada beragam oseng-oseng, yang disukai oseng kubis plus ikan teri, ulukutek leunca, sayur lodeh dan sayur asem. Yang best seller kita ada ayam cabe ijo sama oseng cumi cabe ijo," paparnya seraya menyebut ada menu menu baru yang praktis seperti dadar telur crispy atau juga ayam goreng kipas.
Kedai satu satunya yang memiliki sajian Soto khas Kalimantan Soto Borneo ini, kini telah memiliki tiga cabang yaitu di depan GGM Majalengka, di jalan gerakan koperasi dan di Pasar Mambo Babakan Jawa Majalengka Wetan.
"Kedai Alsa dari tahun 2010 sampai sekarang, kita ada 3 cabang ada di jalan gerakan koperasi, pasar Mambo Babakan Jawa dan di GGM, kalau lapak kedai Alsa orang langsung tau oh itu Alsa, kita sudah punya brand sendiri," pungkasnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Enok Carsinah, Sabtu (21/2).




