Top
Begin typing your search above and press return to search.

DTW Tanah Lot optimistis jumlah kunjungan wisatawan meningkat di tahun 2026

Wisatawan domestik maupun wisatawan asing (mancanegara) hingga saat ini ternyata masih banyak berdatangan untuk mengunjungi salah satu Daya Tarik Wisata (DTW) yaitu Tanah Lot yang berada di Desa Beraban, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Bali.

DTW Tanah Lot optimistis jumlah kunjungan wisatawan meningkat di tahun 2026
X

Sumber foto: Eko Sulestyono/elshinta.com.

Wisatawan domestik maupun wisatawan asing (mancanegara) hingga saat ini ternyata masih banyak berdatangan untuk mengunjungi salah satu Daya Tarik Wisata (DTW) yaitu Tanah Lot yang berada di Desa Beraban, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Bali.

Hal ini disampaikan Manajer Operasional Badan Pengelola DTW Tanah Lot, I Wayan Sudiana. Menurutnya, target pendapatan dan pemasukan DTW Tanah Lot terhitung sejak Januari - Desember 2025 sebesar Rp71,9 miliar.

Hal ini melebihi target yang ditetapkan sebelumnya sebesar Rp64,3 miliar, maka dengan demikian terjadi peningkatan pendapatan dan pemasukan sekitar Rp7,6 miliar.

Pernyataan tersebut disampaikan I Wayan Sudiana kepada wartawan dalam acara ‘Tanah Lot Open House End of The Year 2025’ yang berlangsung sejak 30 Desember 2025 hingga 1 Januari 2026.

“Meskipun ada isu wisatawan ke Bali menurun, tapi tidak mempengaruhi target pendapatan DTW Tanah Lot. Justru pencapaiannya melampaui target dari yang kita patok,” kata I Wayan Sudiana

Kunjungan wisatawan ke DTW Tanah Lot per hari selama tiga hari berturut-turut dalam periode Natal 2025 yaitu pada Kamis 25 Desember mencapai 5.893 orang, kemudian Jumat 26 Desember sebanyak 5.727 orang dan Sabtu 27 Desember sebanyak 4.872 orang.

Menurut Sudiana, pencapaian target pendapatan di tahun 2025 akan menjadi acuan untuk merencanakan target tahun 2026 sebesar Rp72 milyar.

Ia menegaskan bahwa terget yang dicapai pada 2026 hingga saat ini untuk sementara masih dikaji untuk nanti dimintakan persetujuan kepada Badan Pengelola DTW Tanah Lot.

Sebagai ungkapan rasa syukur dan ucapan terimakasih kepada tour leader, sopir dan guide serta media sepanjang tahun 2025, selama tiga hari digelar acara Tanah Lot Open House End of The Year 2025.

Dalam acara tersebut para pengemudi (driver) dan tour leader tak lupa menyampaikan keluhan wisatawan tentang kemacetan menuju destinasi Tanah Lot. Hal ini menjadikan tantangan sekaligus pekerjaan rumah bagaimana cara mengatasi kemacetan tersebut.

“Pekerjaan rumah yang ada sekarang adalah mengatasi kemacetan, itu yang banyak dikeluhkan oleh tour guide karena mereka sering mendapatkan komplain dari wisatawan," imbuhnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Eko Sulestyono, Jumat (2/1).

Ia menjelaskan bahwa kondisi itu bukan satu-satunya yang memicu penurunan wisatawan ke DTW Tanah Lot, khususnya wisatawan domestik. Menuruthya penurunan wisatawan domestik sudah terlihat sejak Januari 2026.

Menurutnya, banyak faktor yang membuat kondisi kunjungan wisatawan lesu di antaranya, kondisi perekonomian di tengah pengetatan anggaran pemerintah.

“Setiap hari kita juga mengamati apa yang terjadi di media sosial, itu cerminan bagi kami, kita tidak bisa menolak. Jadi kita harus berbenah, intinya itu,” kata Sudiana yang menyebutkan kunjungan wisatawan asing didominasi turis dari Australia,” terangnya.

Pada kesempatan yang sama manajemen operasional DTW Tanah Lot mensosialisasikan besaran tiket masuk menuju kawasan DTW Destinasi Tanah Lot akan berlaku pada 1 Januari 2026.

Tiket Anak Domestik Rp25.000, Tiket Dewasa Domestik Rp40.000, Tiket Anak Mancanegara Rp60.000, Tiket Dewasa Mancanegara Rp100.000, roda 2 (sepeda motor) Rp4.000, roda 4 (mobil) Rp10.000 dan roda 6 (bus/truk ) Rp20.000,-.

Sumber : Radio Elshinta

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire