Sleman siap sambut wisatawan pada libur lebaran 2026, sejumlah event digelar
Sebanyak 8,2 juta pemudik diprediksi akan masuk ke wilayah D.I.Yogyakarta pada hari Raya Idul Fitri 1447 H. Destinasi- destinasi wisata diperkirakan akan mengalami lonjakan kunjungan wisatawan selama masa libur lebaran.

Sumber foto: Izan Raharjo/elshinta.com.
Sumber foto: Izan Raharjo/elshinta.com.
Sebanyak 8,2 juta pemudik diprediksi akan masuk ke wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta pada hari Raya Idul Fitri 1447 H. Destinasi- destinasi wisata diperkirakan akan mengalami lonjakan kunjungan wisatawan selama masa libur lebaran.
Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman menyiapkan langkah-langkah untuk menyambut lonjakan wisatawan mulai dari gelaran event dan kesiapan keamanan lokasi wisata. Selama periode libur lebaran 2026 dimulai dari tanggal 14 – 29 Maret 2026 diperkirakan akan ada 250.000 – 400.000 pergerakan wisatawan di destinasi pariwisata yang ada di Kabupaten Sleman. Pergerakan wisatawan di Kabupaten Sleman akan didominasi oleh pengunjung dari Pulau Jawa.
"Kalau dibandingkan dengan tahun lalu ini jelas menurun, tahun lalu perkiraan kami diangka 300-500 realisasi sekitar 540 ribu. Alasan kami menurunkan target yang jelas kondisi ekonomi dan pada saat ini lebaran jatuh ditengah bulan yang biasanya swasta itu selesai lebaran baru gajian. Kemungkinan mereka akan melakukan perjalan menjadi lebih rendah ditambah nanti bulan April mulai mempersiapkan untuk biaya kuliah ditambah kemarin diawal Januari libur panjang dan kemungkinan sudah banyak yang masuk kesini," ujar Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman Bapak Kus Endarto, S.E.pada jumpa pers di Pendopo Rumah Dinas Bupati Kabupaten Sleman, Selasa (10/3).
Sementara untuk rerata pembelanjaan wisatawan selama periode libur lebaran 2026 diperkirakan berkisar antara Rp500.000,00 sampai dengan Rp1.500.000,00. Empat komponen belanja seperti akomodasi, makan dan minum, tiket masuk obyek wisata, dan belanja oleh-oleh dan souvenir diperkirakan menjadi komponen terbesar dalam pembelanjaan wisatawan. Kemudian untuk Length of Stay selama periode libur lebaran 2026 diperkirakan berada pada kisaran 1,75 hari sampai dengan 2 hari.
"Dan untuk okupansi hotel selama periode libur lebaran 2026 diperkirakan berada pada kisaran 45% dan maksimal 60%," imbuhnya.
Sleman telah menerbitkan Surat Edaran Kepala Dinas tentang Penyelenggaraan Kegiatan Wisata yang Aman dan Menyenangkan pada Periode Libur Lebaran 1447 H di Kabupaten Sleman, yang berisi 7 point penting, yaitu: memastikan pelaksanaan Cleanliness, Health, Safety, dan Environment sustainability (CHSE) di destinasi wisata, desa wisata dan usaha jasa pariwisata (penyediaan akomodasi, makan dan minum, cinderamata dan usaha lainnya yang mendukung kegiatan berwisata). Mewaspadai perkembangan perubahan cuaca dan memperhatikan informasi BMKG terkait potensi bencana alam. Mematuhi dan mengikuti arahan dari BPPTKG dan BPBD Kabupaten Sleman ketika terjadi peningkatan aktivitas Gunungapi Merapi yang mengakibatkan perubahan status Gunungapi Merapi.
Melakukan kerja sama dan koordinasi dengan layanan kedaruratan dan keamanan terdekat seperti Rumah Sakit, Palang Merah Indonesia, Kepolisian, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman, demi menjamin keselamatan dan keamanan wisatawan. Menjamin keselamatan dan keamanan karyawan dan wisatawan di destinasi Wisata, desa wisata dan usaha jasa pariwisata, melalui kalibrasi atau uji petik keamanan dan kelaikan serta melakukan perawatan terhadap fasilitas/wahana usaha secara berkala, terutama bagi pengelola jip wisata di Kawasan Kaliurang, Kawasan Kaliadem, dan Tebing Breksi.
"Diimbau juga untuk ttidak menaikkan harga produk/layanan melebihi batas kewajaran dan memasang harga layanan di tempat yang dapat dilihat dengan mudah oleh wisatawan, dan mengelola sampah dan limbah yang timbul dari aktivitas di destinasi wisata, desa wisata dan usaha jasa pariwisata untuk menjamin kelestarian, kebersihan dan keasrian lingkungan," jelasnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Izan Raharjo, Selasa (10/3).




