Dari jerat hutang membawa Denny Kurniawan jadi pionir edukasi emas
Perubahan finansial dan mental dapat dimulai dari langkah kecil yang konsisten. Hal itu setidaknya terjadi dan dialami oleh Denny Kurniawan, Founder Master Dealer (FMD) Public Gold Indonesia.

Sumber foto: Hamzah Aryanto/elshinta.com.
Sumber foto: Hamzah Aryanto/elshinta.com.
Perubahan finansial dan mental dapat dimulai dari langkah kecil yang konsisten. Hal itu setidaknya terjadi dan dialami oleh Denny Kurniawan, Founder Master Dealer (FMD) Public Gold Indonesia.
Denny bercerita bagaimana awalnya merupakan pribadi yang boros dan terlilit utang hingga akhirnya menjadi sosok inspiratif dalam dunia edukasi emas di Indonesia.
Sebelum mengenal Public Gold, Denny mengaku hidupnya berjalan tanpa arah finansial yang jelas. Penghasilan dating dan pergi tanpa perencanaan, disertai dengan minimnya literasi tentang pengelolaan asset, khususnya emas.
“Saya bekerja keras, tetapi belum tentu bekerja dengan arah yang benar,” ujarnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Hamzah Aryanto, Rabu (4/2).
Denny menuturkan, perubahan besar dalam hidupnya dimulai saat ia bertemu dengan mentor yang kemudian dikenal sebagai Mama Gold atau The Iron Lady, Mama Azizah binti Hasan dari Malaysia. Melalui pendekatan sederhana namun penuh makna, sang mentor menanamkan kesadaran akan pentingnya menabung, kesabaran dan perencanaanmasa depan.
Denny pun memulai kebiasaan menabung emas dari nominal yang sangat sederhana, yakni Rp300.000. “Kecil, tapi konsisten,” ungkapnya.
“Pendampingan yang sabar, tegas, dan penuh keteladanan dari sang mentor menjadi fondasi penting dalam perjalanan panjangnya hingga hari ini,” ungkap Denny yang bergabung ke Public Gold pada tahun 2016 sebagai PGBO.
Denny mengatakan pilihannya bertahan dan berkembang bersama Public Gold Indonesia bukan semata karena bisnis jual beli emas, melainkan karena nilai edukasi dan pembentukan mindset yang ditanamkan. Pada tahun-tahun awal, ketika kantor Public Gold masih terpusat di Jakarta (Menara Palma) dan banyak pihak memilih menunggu, ia justru memilih untuk percaya lebih dahulu.
“Saya adalah first believer. Saya percaya sesuatu yang dibangun dengan nilai, sistem, dan kesabaran akan bertumbuh,” katanya seraya menyebut perjalanan dimulai dari kepemilikan 0,5 gram emas dan kini aset tersebut telah berkembang menjadi ratusan gram.
Sejumlah penghargaan berhasil diraih Denny Kurniawan, di antaranya, Record Breaker Indonesia, Founder Master Dealer (FMD) Pertama di Indonesia, PGLS Pertama di Indonesia menuju Cape Town 2025, mencetak dua Founder Master Dealer (FMD) di Indonesia dan Double Ticket PGLS menuju Budapest bersama pasangan.
Denny juga mengingatkan bahwa setiap proses memiliki waktunya masing-masing. Seperti dirinya yang membutuhkan sembilan tahun untuk mencapai posisi FMD, di saat system belum sekomprehensif saat ini. Namun, ia menekankan pentingnya menghargai proses.
“Buah yang matang secara alami rasanya berbeda dengan buah yang dipaksa matang. Sama-sama matang, tetapi kualitas dan manisnya tidak sama,” tuturnya seraya menambahkan bahwa seluruh hutangnya telah lunas dan hidup dijalani dengan lebih tenang.
Ke depan, Denny mengatakan akan membantu lebih banyak masyarakat yang ingin keluar dari lingkaran kebiasaan finansial yang keliru menuju kehidupan yang lebih tertata melalui edukasi emas.
“Jika saya bisa, insyaallah kita semua bisa,” pungkasnya.




