Mengapa barongsai Jadi ikon Imlek? Ini sejarah & maknanya
Mengapa barongsai jadi ikon Imlek? Ini sejarah yang menjelaskan asal-usul, filosofi, makna, dan peran barongsai dalam tradisi Tahun Baru Imlek.

Barongsai sebagai ikon Imlek. (Sumber: Vecteezy)
Barongsai sebagai ikon Imlek. (Sumber: Vecteezy)
Perayaan Tahun Baru Imlek selalu identik dengan kemeriahan tabuhan drum, simbal, dan tarian barongsai yang energik. Tapi sebenarnya, mengapa barongsai bisa menjadi ikon Imlek? Beikut ini pembahasan sejarah & makna Barongsai bagi perayaan Imlek, serta menjelaskan bagaimana tarian khas Tionghoa ini menjadi simbol penting dalam perayaan Tahun Baru Imlek. Tradisi barongsai menyimpan kisah sejarah panjang, nilai spiritual yang erat, serta makna simbolis yang mendalam. Hingga kini, barongsai selalu hadir dalam perayaan Imlek di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia, sebagai lambang harapan akan keberuntungan, kemakmuran, dan perlindungan.
Asal usul barongsai dalam sejarah Tiongkok Kuno
Sejarah barongsai dapat ditelusuri hingga lebih dari 2.000 tahun lalu, tepatnya pada masa Dinasti Qin sekitar abad ke-3 sebelum Masehi. Dalam catatan sejarah dan legenda rakyat Tiongkok, barongsai berawal dari upaya masyarakat untuk mengusir makhluk buas bernama Nian. Makhluk ini dipercaya sering datang pada malam Tahun Baru untuk merusak ladang, tanaman, serta ternak penduduk desa.
Nian digambarkan takut terhadap suara keras, warna merah, dan gerakan mencolok. Karena itu, masyarakat menciptakan sebuah tarian dengan kostum menyerupai singa yang diiringi tabuhan drum, gong, dan gembrengan untuk menakuti makhluk tersebut. Sejak saat itu, tarian singa atau barongsai menjadi bagian penting dalam perayaan Tahun Baru Imlek sebagai simbol pengusiran energi buruk dan perlindungan dari mara bahaya.
Selain legenda Nian, sumber sejarah lain mencatat bahwa barongsai juga berkembang pada masa Dinasti Selatan–Utara sekitar abad ke-5 hingga ke-6 Masehi. Dalam kisah peperangan, pasukan Tiongkok menggunakan kostum singa untuk menakuti pasukan musuh yang mengandalkan gajah sebagai senjata perang. Strategi ini berhasil, dan tarian singa kemudian melegenda sebagai simbol keberanian dan kecerdikan.
Istilah barongsai
Istilah “barongsai” yang dikenal di Indonesia berasal dari penggabungan dua kata, yakni “barong” yang merujuk pada kesenian tradisional, dan “sai” yang berarti singa. Namun, dalam bahasa Mandarin, tarian ini dikenal sebagai “Wu Shi”, yang secara harfiah berarti tarian singa. Di level internasional, barongsai lebih dikenal dengan sebutan “Chinese Lion Dance”.
Perbedaan istilah ini menunjukkan bagaimana tradisi barongsai beradaptasi dan menyatu dengan budaya lokal di berbagai negara, termasuk Indonesia, tanpa kehilangan makna aslinya.
Makna filosofis barongsai
Dalam kebudayaan Tionghoa, singa melambangkan kekuatan, keberanian, kebijaksanaan, dan perlindungan. Karena itu, barongsai dipercaya mampu membawa keberuntungan, mengusir energi negatif, serta menghadirkan kemakmuran.
Dalam perspektif feng shui, pertunjukan barongsai memiliki fungsi simbolis untuk membersihkan energi buruk di suatu tempat. Suara tabuhan drum dan gong yang keras dipercaya mampu menyucikan lingkungan, sehingga membuka jalan bagi datangnya energi positif. Inilah sebabnya barongsai tidak hanya ditampilkan saat Imlek, tetapi juga dalam pembukaan usaha baru, peresmian gedung, hingga perayaan penting lainnya.
Barongsai utara dan selatan
Dalam tradisi Tiongkok, terdapat dua jenis utama barongsai, yaitu barongsai utara dan barongsai selatan.
Barongsai utara memiliki bentuk yang lebih menyerupai singa asli dengan bulu lebat dan gerakan yang lincah. Tarian ini menonjolkan unsur akrobatik, termasuk lompatan, keseimbangan, dan gerakan dinamis yang menuntut keterampilan fisik tinggi dari para penarinya.
Sementara itu, barongsai selatan memiliki tampilan kepala yang lebih besar, mata menonjol, serta ekspresi wajah yang beragam. Gerakannya cenderung lebih teatrikal dan sarat simbol. Barongsai selatan juga dikenal dengan atraksi “memakan angpao” atau lay see, yang melambangkan penerimaan rezeki, keberuntungan, dan doa kemakmuran bagi tuan rumah.
Pertunjukan barongsai
Pertunjukan barongsai memiliki pola gerakan yang terstruktur. Secara umum, terdapat delapan elemen dasar dalam tarian barongsai, yaitu tidur, membuka, bermain, mencari, bertarung, makan, menutup, dan kembali tidur. Rangkaian gerakan ini menggambarkan karakter singa yang hidup, dinamis, dan penuh ekspresi.
Tarian barongsai selalu diiringi oleh musik tradisional yang terdiri dari drum besar, gong, dan gembrengan. Irama musik ini membawa suasana sakral dan meriah. Dalam beberapa tradisi, pertunjukan barongsai juga disertai petasan untuk menambah efek suara keras yang dipercaya dapat mengusir roh jahat.
Peran barongsai
Barongsai kini telah berkembang menjadi pertunjukan seni yang memadukan tradisi, olahraga, dan hiburan. Kejuaraan barongsai tingkat nasional hingga internasional rutin digelar, menampilkan atraksi akrobatik ekstrem yang memukau.
Meski mengalami modernisasi, esensi barongsai sebagai simbol Imlek tetap terjaga. Di berbagai negara, termasuk Indonesia, barongsai menjadi ikon perayaan Tahun Baru Imlek yang menyatukan unsur budaya, spiritualitas, dan kebersamaan. Kehadirannya tidak hanya memperkuat identitas budaya Tionghoa, tetapi juga menjadi jembatan interaksi lintas budaya dalam masyarakat multikultural.
Mengapa barongsai begitu identik dengan Imlek?
Keterikatan barongsai dengan Imlek tidak lepas dari akar sejarah dan maknanya sebagai simbol awal yang baru. Tahun Baru Imlek dipandang sebagai momen membersihkan diri dari kesialan masa lalu dan menyambut keberuntungan di tahun yang akan datang. Barongsai, dengan simbol kekuatan dan perlindungannya, menjadi representasi visual dari harapan tersebut.
Selain itu, barongsai menghadirkan suasana meriah yang mencerminkan semangat kebahagiaan, persatuan, dan optimisme. Inilah yang membuat barongsai selalu dinantikan dan menjadi ikon utama dalam setiap perayaan Imlek.
Barongsai yang merupakan tarian tradisional sebagai bagian dari tradisi budaya, juga merupakan simbol perlindungan, keberuntungan, dan harapan akan kehidupan yang lebih baik. Berakar dari legenda kuno, berkembang dalam sejarah panjang, serta kaya akan makna filosofis, barongsai kini menjadi identitas budaya yang tak terpisahkan dari perayaan Tahun Baru Imlek di seluruh dunia.




