Top
Begin typing your search above and press return to search.

Unpatti: Kimia anorganik transformasi limbah jadi material bernilai

Guru Besar Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon bidang Kimia Prof Hellna Tehubijuluw mengemukakan ilmu kimia anorganik memiliki peran strategis mentransformasi limbah industri dan bahan alam lokal menjadi material fungsional bernilai tinggi yang mendukung pembangunan berkelanjutan.

Unpatti: Kimia anorganik transformasi limbah jadi material bernilai
X

Guru Besar Universitas Pattimura (Unpatti) bidang Kimia, Prof. Hellna Tehubijuluw, (ANTARA/HO-Unpatti).

Guru Besar Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon bidang Kimia Prof Hellna Tehubijuluw mengemukakan ilmu kimia anorganik memiliki peran strategis mentransformasi limbah industri dan bahan alam lokal menjadi material fungsional bernilai tinggi yang mendukung pembangunan berkelanjutan.

“Dalam dua dekade terakhir, kimia anorganik telah mengalami transformasi fundamental. Ilmu ini tidak lagi hanya mempelajari struktur senyawa, tetapi menjadi solusi nyata bagi persoalan lingkungan, energi dan material,” kata Prof Hellna di Ambon, Sabtu.

Ia menjelaskan, Indonesia sebagai negara kepulauan yang kaya sumber daya alam masih menghadapi tantangan besar berupa tingginya akumulasi limbah industri dan belum optimalnya pemanfaatan bahan alam lokal.

Salah satu contohnya adalah limbah industri pertambangan seperti red mud dari proses ekstraksi bauksit yang selama ini dipandang sebagai beban lingkungan.

“Melalui perspektif kimia anorganik, red mud justru dapat dipahami sebagai sumber oksida logam bernilai tinggi yang dapat ditransformasikan menjadi material fungsional,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, melalui metode sintesis anorganik seperti hidrotermal, sol–gel, impregnasi, dan kopresipitasi, red mud berhasil dikonversi menjadi zeolit sintetis ZSM-5 serta material komposit berbasis logam oksida. Material tersebut memiliki struktur berpori terkontrol, luas permukaan tinggi, serta aktivitas adsorpsi dan fotokatalitik yang efektif.

“Material hasil transformasi ini tidak hanya mampu menyerap polutan, tetapi juga mendegradasinya secara aktif di bawah iradiasi cahaya, sehingga sangat potensial untuk pengolahan air limbah domestik maupun industri,” katanya.

Kebaruan riset yang dikembangkan, lanjut dia, terletak pada pemanfaatan limbah dan bahan alam lokal secara langsung tanpa melalui proses pemurnian kompleks yang mahal dan boros energi. Tanah kaya besi, termasuk tanah Humuturi di Maluku, dimodifikasi secara sederhana menjadi material fotokatalis berbasis Fe-ZnO.

“Pendekatan ini menekan biaya produksi sekaligus sejalan dengan prinsip green chemistry dan ekonomi berkelanjutan,” ujarnya.

Dari sisi keilmuan, riset tersebut berkontribusi pada pengembangan kontrol morfologi material, pemahaman sinergi antara adsorpsi dan fotokatalisis, serta penguatan hubungan antara struktur material dan aktivitas reaksi. Secara metodologis, pendekatan ini bersifat aplikatif dan dapat direplikasi di laboratorium dengan fasilitas terbatas.

Ia menambahkan, kebermanfaatan riset tidak hanya terbatas pada ranah akademik, tetapi juga membuka peluang hilirisasi mineral non-logam, pengembangan produk turunan seperti silika gel, zeolit, dan material adsorben air limbah, serta pemberdayaan masyarakat lokal.

“Dengan sinergi perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat, Maluku memiliki peluang strategis menjadi pusat pengembangan material anorganik berbasis sumber daya lokal di Kawasan Timur Indonesia,” kata dia.

Menurut dia, capaian tersebut menegaskan bahwa kimia anorganik merupakan instrumen strategis dalam transformasi limbah, pemanfaatan sumber daya lokal, dan pembangunan berkelanjutan.

“Sebagai Guru Besar, ini adalah tanggung jawab moral dan akademik untuk memastikan ilmu pengetahuan yang dikembangkan benar-benar berdampak bagi masyarakat Maluku, bangsa, dan negara,” ujarnya.

Sumber : Antara

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire