Samsung Galaxy S26 resmi rilis: Smartphone yang AI banget
Samsung Galaxy S26 resmi rilis ditengah kenaikan harga di sejumlah pasar akibat lonjakan chip, sementara S26 Ultra tetap US$1.299 dengan fitur yang AI banget.

Samsung Galaxy S26 Ultra. (Sumber: Samsung)
Samsung Galaxy S26 Ultra. (Sumber: Samsung)
Samsung Electronics baru-baru ini resmi meluncurkan seri smartphone flagship terbaru mereka, termasuk yang paling tinggi yaitu Samsung S26 Ultra, dalam jajaran Galaxy S26. Peluncuran ini menarik banyak perhatian karena diiringi oleh keputusan strategis Samsung untuk menaikkan harga beberapa model di pasar utama seperti Amerika Serikat dan Korea Selatan, seiring dengan tekanan harga komponen chip yang melonjak tajam belakangan ini.
Strategi pengaturan harga ini menunjukkan perubahan penting dalam pendekatan Samsung terhadap pasar smartphone, terutama untuk seri premium yang sebelumnya mempertahankan harga relatif stabil selama beberapa generasi terakhir.
Meskipun Samsung S26 Ultra mempertahankan harga dasar yang sama di Amerika Serikat dibandingkan generasi sebelumnya, model lain seperti Galaxy S26 dan S26 Plus justru mengalami kenaikan harga yang lumayan besar.
Kenaikan harga Samsung
Secara rinci, untuk pasar Amerika Serikat, Samsung menetapkan harga dasar Galaxy S26 di USD 899, naik sekitar 4,7% dibandingkan generasi sebelumnya. Model S26 Plus bahkan naik sekitar 10% menjadi USD 1.099. Sementara itu, harga untuk Samsung S26 Ultra tetap tidak berubah yaitu sekitar USD 1.299. Di Korea Selatan, Samsung juga menaikkan harga model dasar Galaxy S26 sebesar hampir 9%.
Keputusan untuk menaikkan harga beberapa model ini terkait langsung dengan lonjakan harga memori chip di pasar global. Permintaan tinggi untuk chip memori yang digunakan dalam perangkat AI dan data center telah menyedot sebagian besar pasokan chip, membuat biaya produksi komponen penting menjadi jauh lebih tinggi.
Samsung sendiri, yang memiliki divisi chip besar, mengalami ironi di mana bisnis chipnya berkembang pesat tetapi bagian smartphone dan display justru tertekan oleh biaya komponen yang meningkat.
Fokus Samsung pada Inovasi AI
Peluncuran Samsung melalui Galaxy S26, termasuk Samsung S26 Ultra juga menekankan peningkatan fitur berbasis teknologi kecerdasan buatan (AI). Integrasi layanan AI dari Perplexity, Google Gemini, dan versi terbaru dari asisten digital Bixby menjadi fitur utama yang jadi keunggulan.
Fitur-fitur AI ini mencakup kemampuan pemrosesan foto dan video yang lebih pintar, kemampuan asisten yang lebih responsif, serta pengalaman pengguna yang makin personal.
Khusus untuk Samsung S26 Ultra, Samsung memperkenalkan teknologi Privacy Display yang diklaim sebagai yang pertama di industri. Teknologi ini memungkinkan layar menampilkan konten hanya pada sudut pandang langsung, sehingga menjaga privasi pengguna dari pandangan samping.
Itu menjadi salah satu keunggulan yang dibawa model Ultra dibandingkan saudara-saudaranya. Selain itu, Samsung juga mulai memasukkan prosesor buatan sendiri, Exynos, di beberapa varian Galaxy S26, suatu langkah yang dilihat analis dapat memperkuat bisnis desain chip mereka dan meningkatkan margin keuntungan di masa depan.
Dampak lonjakan harga chip
Kenaikan harga komponen memori bukan hanya isu Samsung saja. Banyak perusahaan teknologi dunia, termasuk pesaing seperti Apple, telah memperingatkan tentang potensi lonjakan biaya produksi akibat meningkatnya permintaan chip untuk infrastruktur AI.
Apple sendiri dalam laporan konferensi analis menyatakan bahwa mereka memperkirakan harga memori chip akan naik tajam, meskipun belum diputuskan apakah kenaikan tersebut akan diteruskan ke harga produk Apple.
Menurut beberapa analis industri, harga kontrak untuk memori DRAM diperkirakan akan meningkat hampir dua kali lipat pada kuartal pertama 2026 dibandingkan akhir tahun 2025. Lonjakan harga ini karena para produsen chip punya prioritas utamaa yang kini digunakan di data center AI, bukan sebagai perangkat konsumen seperti smartphone.
Ketersediaan dan tanggal rilis
Samsung mengumumkan bahwa seri Galaxy S26, termasuk Samsung S26 Ultra, akan mulai tersedia secara luas pada tanggal 11 Maret 2026. Peluncuran ini menandai bahwa Samsung kembali mengukuhkan posisinya di pasar smartphone premium, meskipun menghadapi tantangan biaya produksi yang sedang meningkat.
Dengan strategi harga baru serta penekanan pada fitur AI dan inovasi privasi, Samsung menyatakan siap menghadapi persaingan ketat di ranah smartphone flagship. Bagi konsumen yang tertarik dengan teknologi terbaru, terutama mereka yang mengincar performa dan fitur premium, Samsung S26 Ultra menjadi salah satu pilihan yang layak dipertimbangkan di 2026 ini.




