Kiat mudik pengendara EV, perhatikan kecepatan dan ban
Pelatih pengemudi bersertifikat BMW, Gerry Nasution mengatakan bahwa pengendara kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) perlu memperhatikan kecepatan dari kendaraan selama melakukan perjalanan mudik.

Sumber foto: Antara/elshinta.com.
Sumber foto: Antara/elshinta.com.
Pelatih pengemudi bersertifikat BMW, Gerry Nasution mengatakan bahwa pengendara kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) perlu memperhatikan kecepatan dari kendaraan selama melakukan perjalanan mudik.
"Perhatikan kecepatan kendaraan, jangan mengemudi dengan kecepatan terlalu tinggi, atau terlalu rendah jadi harus normal," kata Gerry saat berbincang dengan Antara di Tangerang, Kamis.
Ia menambahkan, kecepatan yang stabil mampu mendukung konsumsi daya kendaraan untuk memaksimalkan jarak atau daya tempuh.
"Sehingga konsumsi dari baterai cukup optimum dan mencapai range perjalanan sejauh yang bisa dicapai kendaraan tersebut," kata dia lagi.
Lebih lanjut, tak semua kendaraan listrik juga dilengkapi ban tambahan atau cadangan, karenanya saat hendak mudik dengan kendaraan listrik, sebaiknya juga dipastikan ban yang terpasang sesuai dengan tipe kendaraan agar tidak mengganggu konsumsi baterai.
"Di ban-ban mobil EV ini memang bannya khusus tidak seperti ban biasa, di mana mereka lebih low resistance lebih sedikit hambatannya untuk mengurangi gesekan sehingga dapat lebih mengurangi penggunaan baterai tersebut, ini perlu kita perhatian bahwa memang kita harus gunakan ban dari kendaraan tersebut," ujar Gerry.
Sebelumnya, Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi mengatakan kepadatan arus mudik Lebaran 1447 Hijriah/2026 Masehi diperkirakan terjadi pada 16 Maret dan 18 Maret berdasarkan hasil simulasi proyeksi pergerakan masyarakat di momentum tersebut.
"Memang dari hasil simulasi kami, ada dua tanggal yang pada saat mudik itu akan terjadi kepadatan diperkirakan pada tanggal 16 Maret, Hari Senin dan tanggal 18 Maret (Rabu)," kata Menhub.
Berdasarkan hasil simulasi Kementerian Perhubungan, jumlah pergerakan masyarakat pada 16 Maret secara nasional diperkirakan mencapai sekitar 21,2 juta orang. Sedangkan pada 18 Maret jumlah pergerakan masyarakat diperkirakan lebih tinggi lagi yaitu sekitar 22 juta orang sehingga menjadi salah satu titik puncak arus mudik Lebaran.




