Pasar minyak terusik imbas perang Timteng, simak cara mobil irit BBM
Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) pada awal Maret mendorong pengemudi untuk semakin bijak dalam mengelola konsumsi bahan bakar.

Sumber foto: Antara/elshinta.com.
Sumber foto: Antara/elshinta.com.
Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) pada awal Maret mendorong pengemudi untuk semakin bijak dalam mengelola konsumsi bahan bakar.
Meski saat ini harga BBM di Indonesia masih stabil, dinamika pasar minyak dunia telah mengganggu harga di beberapa negara, imbas konflik Timur Tengah yang memengaruhi Selat Hormuz — jalur utama perdagangan minyak global beberapa waktu terakhir.
Pakar otomotif dari Institut Teknologi Bandung Yannes Martinus Pasaribu mengungkapkan, ada sejumlah langkah sederhana namun efektif yang dapat dilakukan untuk menghemat BBM tanpa mengubah kebiasaan berkendara secara drastis.
"Pengemudi mobil dapat menghemat BBM dengan menjaga kecepatan tetap stabil, menghindari akselerasi dan pengereman mendadak," kata dia ketika dihubungi dari Jakarta, Senin.
Berkendara secara agresif (ngebut, akselerasi cepat, dan pengereman mendadak) memboroskan bahan bakar.
Berdasarkan data Departemen Energi Amerika Serikat, yang dibagikan di laman resminya, diakses Senin, perilaku mengemudi tersebut dapat menurunkan efisiensi konsumsi BBM sekitar 15 - 30 persen pada kecepatan jalan tol dan 10 - 40 persen dalam kondisi lalu lintas berhenti-dan-jalan (stop-and-go).
Selain itu mematikan mesin saat berhenti dalam waktu lama, menurut Yannes, juga menjadi langkah penting yang kerap diabaikan. Kebiasaan ini dinilai mampu mengurangi pemborosan bahan bakar secara signifikan, terutama saat menghadapi kemacetan.
"Mengurangi konsumsi BBM bisa juga dengan menutup jendela saat melaju di kecepatan tinggi untuk menghindari hambatan udara, dan menggunakan AC seperlunya," imbuhnya.
Penggunaan pendingin ruang kabin mobil atau AC perlu disesuaikan dengan kebutuhan, sebab Yannes mengungkap penggunaannya dapat meningkatkan konsumsi BBM hingga sekitar 20 persen, terutama saat suhu lingkungan sedang terik di siang hari.
Untuk hasil yang lebih optimal, kondisi kendaraan juga harus diperhatikan. Menjaga tekanan angin ban sesuai rekomendasi pabrikan, menghindari membawa beban berlebih, serta melakukan servis rutin menjadi hal yang tidak kalah penting.
Servis meliputi penggantian oli, pembersihan injektor, hingga pemeriksaan sistem pembakaran agar mesin tetap bekerja efisien.
"Mesin yang tidak terawat bisa lebih boros hingga 30 persen," Yannes menegaskan.
Kombinasi antara gaya berkendara yang tepat dan perawatan kendaraan yang rutin menjadi kunci utama dalam menghemat penggunaan BBM di tengah potensi kenaikan harga.
PT Pertamina (Persero) pada 1 Maret lalu melakukan pembaruan harga bahan bakar minyak (BBM) untuk beberapa wilayah tertentu, dengan jenis BBM nonsubsidi Pertamax yang naik menjadi Rp12.300 per liter.
Di Jabodetabek, tercatat harga BBM jenis Pertamax (RON 92) naik ke angka Rp12.300 per liter dari Rp11.800 per liter, begitu pula Pertamax Green (RON 95) yang naik menjadi Rp12.900 per liter dari Rp12.450 per liter pada Februari 2026.
Pertamax Turbo (RON 98) juga menunjukkan peningkatan ke angka Rp13.100 per liter dari Rp12.700 per liter.
Pertamina Dex Series di wilayah tersebut turut mengalami peningkatan. Harga BBM jenis Dexlite (CN 51) mengalami peningkatan menjadi Rp14.200 per liter dari Rp13.250 per liter pada Februari 2026.
Pertamina Dex (CN 53) juga naik menjadi Rp14.500 per liter dari yang sebelumnya Rp13.500 per liter.
Sedangkan, sejumlah BBM penugasan dan subsidi tidak mengalami perubahan harga, yaitu Pertalite Rp10.000 per liter dan Biosolar Rp6.800 per liter.




