BPBD telusuri kilatan cahaya di langit selatan Cianjur

Kilatan cahaya dipotret warga Kecamatan Sindangbarang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat melintas di langit daerah itu. ANTARA/Dokumen Pribadi
Kilatan cahaya dipotret warga Kecamatan Sindangbarang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat melintas di langit daerah itu. ANTARA/Dokumen Pribadi
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat melakukan penelusuran terkait dengan fenomena alam di wilayah selatan daerah itu, di mana warga sempat melihat kilatan cahaya di langit yang diduga meteor jatuh.
Kepala BPBD Cianjur Iwan Karyadi di Cianjur, Jumat (23/1), mengatakan pihaknya masih mencari tahu fenomena cahaya di langit wilayah selatan serta meminta informasi dari BMKG guna memastikan kilatan cahaya yang sempat membuat heboh warga di selatan Cianjur.
"Kami juga meminta petugas melakukan pendataan terkait fenomena alam di langit di wilayah selatan tepatnya di Kecamatan Sindangbarang di mana kilatan cahaya terlihat di langit dan jatuh ke Bumi, sehingga menimbulkan suara cukup keras," katanya.
Pihaknya belum dapat memastikan kilatan cahaya yang jatuh itu, meteor atau bukan.
Untuk memastikan hal tersebut, pihaknya melakukan kordinasi dengan instansi terkait, termasuk Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) dan BMKG.
"Kami belum bisa memastikan apakah meteor atau ada fenomena alam lainnya, kami akan telusuri namun informasi sementara warga melihat kilatan cahaya berekor yang jatuh ke Bumi diperkirakan di wilayah selatan Cianjur," katanya.
Warga di wilayah selatan Cianjur dikejutkan dengan kilatan cahaya jatuh pada Kamis (22/1) malam. Bahkan, setelah cahaya menghilang warga sempat mendengar suara dentuman cukup keras namun tidak dapat memastikan lokasinya.
Sejumlah warga menyebutkan cahaya yang jatuh sebagai sangat terang dan terlihat ada ekor di belakangnya yang cukup panjang, sedangkan di bagian depan bersinar terang bulat seperti Bulan bergerak dari utara menuju selatan Samudera Hindia.
"Saya sedang duduk di teras melihat ada kilatan cahaya di atas langit, bentuk depannya bulat seperti Bulan dengan ekor cahaya memanjang di bagian belakang hanya beberapa detik hilang seperti jatuh dan terdengar suara dentuman," kata warga Desa Sirnagalih, Kecamatan Sindangbarang, Budi Setiawan.
Dia mengaku seumur hidupnya tinggal di wilayah selatan kabupaten tersebut baru pertama kali melihat kilatan cahaya di langit yang menurut mirip dengan meteor yang biasa ditonton di televisi.
"Tidak tahu pasti namun bentuknya seperti meteor yang sering kami lihat di televisi atau saat menonton film, sepanjang umur saya baru kali ini melihat kilatan cahaya tersebut," katanya.




