Delegasi USANITA di Turki dorong Halal Modest Fashion, perkuat sinergi Malaysia–RI

Chief Executive Officer USANITA, Datuk Adzliana Hasan
Chief Executive Officer USANITA, Datuk Adzliana Hasan
USANITA Sdn. Bhd. (USANITA) asal Malaysia melaksanakan program Bridge to Brilliance (BtB) 5.0 di Turki sebagai upaya memperluas kerja sama bisnis dan membuka akses pasar global bagi sektor Halal Modest Fashion (HMF), sekaligus memperkuat sinergi lintas negara, khususnya dengan Indonesia.
Program BtB 5.0 merupakan kelanjutan dari inisiatif pengembangan jejaring internasional USANITA yang sebelumnya digelar di Malaysia (BtB 1.0), Indonesia (BtB 2.0), Inggris (BtB 3.0), serta kawasan Australasia yang mencakup Selandia Baru dan Australia (BtB 4.0).
Platform ini dirancang untuk menghubungkan merek, pelaku usaha, dan mitra strategis guna membuka jalur ekspansi ke pasar internasional, dikutip dari keterangan tertulis yang diterima, Rabu (14/1/2026).
USANITA menegaskan Indonesia menjadi mitra utama dalam pengembangan HMF karena memiliki ekosistem modest fashion yang kuat, jaringan pelaku industri yang luas, serta pengaruh budaya dan digital yang signifikan di kawasan. Kolaborasi Indonesia–Malaysia dinilai mampu mempercepat penguatan posisi HMF di tingkat regional hingga global.
Pelaksanaan BtB 5.0 juga memanfaatkan momentum hubungan bilateral Malaysia–Turki yang semakin menguat, termasuk target perdagangan bilateral baru senilai US$10 miliar. Kondisi tersebut membuka peluang kemitraan rantai pasok dan akses pasar yang dapat dimanfaatkan oleh pelaku usaha Malaysia dan Indonesia melalui jejaring BtB.
Secara global, tren modest fashion terus meningkat seiring meningkatnya kesadaran konsumen terhadap kehalalan bahan, keterlacakan rantai pasok, serta praktik bisnis yang etis. Halal Modest Fashion diposisikan sebagai sektor bernilai tinggi berbasis kepercayaan.
Proyeksi industri menunjukkan belanja konsumen Muslim untuk kategori pakaian dan alas kaki mencapai US$327 miliar pada 2023 dan diperkirakan meningkat menjadi US$433 miliar pada 2028.
Chief Executive Officer USANITA, Datuk Adzliana Hasan, mengatakan Turki dipilih sebagai lokasi BtB 5.0 karena kekuatan ekonomi, reputasi industri fesyen, pengaruh budaya, serta posisinya yang strategis sebagai penghubung Eropa dan Timur Tengah.
“BtB 5.0 di Turki bukan sekadar kunjungan bisnis, tetapi merupakan platform strategis yang menghubungkan diplomasi ekonomi, penguatan merek, dan industri kreatif, sekaligus membuka peluang kerja sama yang lebih luas bagi mitra kami di Indonesia dan Malaysia,” ujarnya.
Sementara itu, Konsul Jenderal Malaysia di Istanbul, Ahmad Amiri Abu Bakar, mendorong para pengusaha Malaysia untuk memanfaatkan peluang bisnis di Istanbul, terutama di sektor fesyen, akomodasi, serta penyediaan makanan Malaysia.
“Kami menyambut baik inisiatif USANITA untuk mengeksplorasi peluang bisnis di Istanbul. Hubungan baik para pemimpin kedua negara serta persepsi positif masyarakat Turki terhadap Malaysia menjadi modal kuat untuk mewujudkan kerja sama ini,” kata Amiri.
Pada 2024, Turki tercatat sebagai mitra dagang terbesar ketiga Malaysia di kawasan Asia Barat dengan total perdagangan mencapai RM24,15 miliar atau sekitar US$5,28 miliar. Turki juga menjadi tujuan ekspor terbesar dan sumber impor keempat terbesar Malaysia di kawasan tersebut.
USANITA juga menyampaikan bahwa label fesyen internalnya, Amber, akan menjalin kerja sama dengan mitra strategis di berbagai pasar Muslim, termasuk Indonesia dan Turki, melalui proyek kolaborasi, penguatan merek, serta perluasan pasar dalam kerangka BtB.
Selain sektor fesyen, USANITA melihat BtB sebagai jalur strategis untuk memperluas peluang di ekosistem halal yang lebih luas, termasuk makanan dan produk halal. Upaya ini sejalan dengan aspirasi Malaysia memperkuat posisinya sebagai pusat halal global dan membuka ruang kolaborasi yang saling menguntungkan dengan Indonesia.
Sebagai bagian dari rangkaian BtB 5.0, USANITA juga mendukung promosi Visit Malaysia 2026 melalui kegiatan kreatif dan produksi konten di Istanbul. Kegiatan tersebut melibatkan lebih dari 40 delegasi, termasuk selebritas Malaysia dan kru produksi drama, dengan pendekatan budaya dan industri kreatif untuk memperluas jangkauan promosi.
Bagi Indonesia, inisiatif Bridge to Brilliance (BtB) 5.0 membuka peluang strategis bagi UMKM dan pelaku fesyen lokal untuk masuk ke jaringan pasar internasional, khususnya di sektor Halal Modest Fashion. Indonesia dinilai memiliki keunggulan dari sisi kreativitas desain, kekuatan basis produksi, serta jumlah pelaku UMKM fesyen yang besar dan terus tumbuh. (Ter)




