Top
Begin typing your search above and press return to search.

Dubes: Pakistan dukung solusi dua negara untuk Palestina

Dubes: Pakistan dukung solusi dua negara untuk Palestina
X

Duta Besar Pakistan untuk Indonesia Zahid Hafeez Chaudhri saat wawancara khusus dengan ANTARA di ANTARA Heritage Center (AHC) di Jakarta. (ANTARA/Cindy Frishanti)

Duta Besar Pakistan untuk Indonesia Zahid Hafeez Chaudhri menyatakan bahwa Pakistan menganggap isu Palestina sebagai isu yang sangat penting, menegaskan bahwa solusi dua negara merupakan sebuah langkah maju untuk menyelesaikan konflik Palestina-Israel.

“Kami juga percaya bahwa negara Palestina perlu memiliki perbatasan yang berkelanjutan dan perbatasan sebelum tahun 1967. Jadi, itu sangat penting,” kata Dubes Chaudhri dalam wawancara khusus di Jakarta, Sabtu.

Dubes Chaudhri menyatakan solusi tidak adil atas konflik Palestina-Israel tak akan bertahan lama, seraya menegaskan Pakistan konsisten mendukung perjuangan Palestina dan mendorong tercapainya penyelesaian yang adil. Selain itu, dia juga mengatakan bahwa Pakistan bergabung dengan Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP) dengan harapan bahwa hal itu dapat berkontribusi pada perdamaian di kawasan dan membantu mengamankan hak-hak rakyat Palestina.

Indonesia memimpin keketuaan D8 periode 2026-2027 dengan mengusung tema “Menavigasi Pergeseran Global: Memperkuat Kesetaraan, Solidaritas, dan Kerja Sama untuk Kemakmuran Bersama” dan Pakistan merupakan salah satu negara anggota D8. D-8 adalah organisasi kerja sama ekonomi negara berkembang yang terdiri atas Indonesia, Bangladesh, Mesir, Iran, Malaysia, Nigeria, Pakistan, dan Turki. Azerbaijan menjadi negara anggota terbaru yang bergabung dengan D-8 pada Desember 2024.

Indonesia dan Pakistan telah menjalin hubungan diplomatik sejak April 1950 dan telah memperingati 75 tahun hubungan diplomatik pada 2025. Kedua negara merupakan negara penggagas Konferensi Asia Afrika (KAA) Bandung tahun 1955 bersama India, Sri Lanka, dan Myanmar. Indonesia dan Pakistan juga telah bergabung dengan Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP) bentukan Presiden AS Donald Trump pada Januari 2026.

Menteri Luar Negeri RI Sugiono menyatakan keyakinannya bahwa pembentukan BoP merupakan langkah konkret yang telah lama ditunggu-tunggu dalam mengawasi proses perdamaian Palestina. Kehadiran negara-negara yang bergabung di BoP diharapkan dapat memastikan bahwa semua tindakan yang dilakukan tetap berorientasi pada kemerdekaan Palestina dan terwujudnya solusi dua negara.

Sumber : Antara

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire