Menkeu Prancis ingatkan AS, Greenland tak boleh dipermainkan

Menteri Keuangan Prancis Roland Lescure, Jumat (16/1), mengingatkan mitranya dari Amerika Serikat (AS), Scott Bessent, bahwa Greenland merupakan bagian berdaulat dari sebuah negara berdaulat dan tidak boleh diperlakukan sembarangan.
Dalam pertemuan dengan Bessent di Washington, Senin, Lescure menyampaikan kekhawatiran mendalam Eropa terkait pernyataan Presiden AS Donald Trump yang mengeklaim Greenland.
“Greenland adalah bagian berdaulat dari sebuah negara berdaulat yang merupakan bagian dari Uni Eropa. Itu tidak boleh dipermainkan,” kata Lescure kepada Financial Times.
Ia menegaskan bahwa setiap upaya mencaplok Greenland akan dianggap sebagai pelanggaran garis merah dan berpotensi membahayakan hubungan ekonomi AS dengan Eropa. Namun, Lescure menghindari pertanyaan mengenai kemungkinan Uni Eropa menjatuhkan sanksi jika AS benar-benar mengambil alih pulau tersebut.
“Jika itu terjadi, kita tentu akan berada di dunia yang sama sekali baru dan harus menyesuaikan diri,” ujarnya.
Meski terdapat ketegangan dengan Washington terkait isu Greenland, tarif, serta regulasi Uni Eropa terhadap perusahaan teknologi, Lescure menekankan bahwa Eropa tetap perlu bekerja sama dengan AS.
Presiden Trump berulang kali menyatakan bahwa Greenland seharusnya menjadi bagian dari AS, dengan alasan kepentingan strategis bagi keamanan nasional dan pertahanan apa yang ia sebut sebagai dunia bebas, termasuk dari China dan Rusia.
Pemerintah Denmark dan otoritas Greenland telah memperingatkan AS agar tidak mengambil alih pulau tersebut, seraya menegaskan harapan agar integritas wilayah mereka dihormati.
Greenland merupakan koloni Denmark hingga 1953. Pulau itu tetap menjadi bagian dari Kerajaan Denmark setelah memperoleh otonomi pada 2009, dengan kewenangan untuk mengatur pemerintahan sendiri dan menentukan kebijakan domestiknya.
Sumber: Sputnik/RIA-Novosti-OANA




