Pope Leo XIV serukan perdamaian di tengah konflik global
Paus Leo XIV ajak pemimpin dunia pilih dialog dan damai, bukan perang dan kekerasan

Antara
Antara
Pemimpin tertinggi Gereja Katolik, Pope Leo XIV, menyerukan kepada para pemimpin dunia untuk mengutamakan perdamaian dibandingkan konflik bersenjata.
Dalam pesan Urbi et Orbi pada perayaan Paskah di Basilika Santo Petrus, Vatikan, Paus Leo mendesak agar kekuasaan tidak digunakan untuk melancarkan perang.
“Biarlah mereka yang memiliki senjata meletakkannya!” serunya.
Ia menegaskan bahwa perdamaian sejati tidak dapat dipaksakan dengan kekerasan, melainkan harus dibangun melalui dialog dan sikap saling merangkul, bukan dominasi.
Paus juga memperingatkan bahwa dunia saat ini semakin terbiasa dengan kekerasan, sehingga memicu sikap acuh tak acuh terhadap penderitaan manusia.
Ia mengutip pernyataan mendiang Pope Francis mengenai “globalisasi ketidakpedulian”, yang dinilai semakin mengkhawatirkan.
“Kita tidak bisa terus acuh tak acuh! Kita tidak bisa pasrah pada kejahatan!” tegasnya.
Sebagai tindak lanjut, Paus Leo mengumumkan akan memimpin doa bersama untuk perdamaian pada 11 April di Basilika Santo Petrus.
Dalam pesannya, ia menekankan bahwa makna kedamaian Paskah bukan hanya berhentinya perang, tetapi juga kedamaian batin yang mampu mengubah hati manusia.
Ia mengajak umat untuk meneladani ajaran Yesus dengan mengedepankan kasih, pengampunan, dan tanpa kekerasan.
Pernyataan Paus Leo ini juga dinilai relevan dengan meningkatnya ketegangan global, termasuk konflik di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel.
Sebagai Paus pertama asal Amerika Serikat, Paus Leo XIV diketahui konsisten menyerukan pentingnya dialog sebagai jalan utama menuju perdamaian dunia.
Sumber: Vatican News




