Top
Begin typing your search above and press return to search.

Prajurit TNI gugur di Lebanon bertambah, DPR dorong Indonesia tempuh jalur ICJ hingga ICC

Anggota Komisi I DPR RI Syamsurijal sampaikan duka mendalam sekaligus tekankan pentingnya respons serius negara karena menyangkut keselamatan pasukan penjaga perdamaian

Prajurit TNI gugur di Lebanon bertambah, DPR dorong Indonesia tempuh jalur ICJ hingga ICC
X

Anggota Komisi I DPR RI, Syamsurijal. Foto : Istimewa

Anggota Komisi I DPR RI, Syamsurijal, mendorong pemerintah menempuh langkah tegas melalui jalur diplomatik dan hukum internasional menyusul gugurnya prajurit Indonesia yang tergabung dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).

Dalam keterangannya, Syamsurijal menyampaikan duka mendalam sekaligus menekankan pentingnya respons serius dari negara. Ia menyebut, insiden tersebut harus menjadi perhatian utama karena menyangkut keselamatan pasukan penjaga perdamaian.

“Ya ini kan, yang meninggal ini kan ekses yang kemarin. Artinya, almarhum kasihan, ya kita sudah menyampaikan pernyataan duka kita secara resmi juga di Komisi. Dan memang kita sejak awal sudah mengingatkan Kementerian Luar Negeri dan TNI itu untuk berkoordinasi dan membuat nota keberatan ke PBB serta kita minta untuk dilakukan investigasi menyeluruh.” ujar Syamsurijal dalam keterangannya Sabtu (25/4/2026)

Ia juga menyoroti hasil investigasi awal yang dinilai belum memadai dan berpotensi menimbulkan kesimpulan yang tidak akurat. Komisi I, kata dia, meminta agar hasil penyelidikan benar-benar kredibel dan dapat dipertanggungjawabkan secara internasional.

“Hasilnya itu kan baru hasil sementara. Itu pada saat keluar hasil sementara itu kemarin, itu kita sudah minta untuk dipastikan semuanya dan itu menjadi hasil yang kredibel. Jangan seperti kemarin, kelihatannya Hizbollah ini Nah, itu kita keberatan, kita sampaikan ke Kemenlu, itu untuk menyampaikan ke PBB.” katanya

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian tidak hanya melanggar hukum humaniter internasional, tetapi juga berpotensi melanggar hak asasi manusia (HAM), mengingat status mereka sebagai pihak yang seharusnya dilindungi dalam konflik bersenjata.

“Apalagi kan ada duta besarnya kita, ada badan kita sebagai ketua badan HAM. Nah, kita minta supaya itu dimanfaatkan, bahwa ini juga salah satu, selain pelanggaran hukum humaniter internasional, ini juga berpotensi melanggar HAM karena ini komunitas yang seharusnya terlindungi. Pasukan, karena namanya juga penjaga perdamaian. Harusnya ini kan mendapatkan perlakuan khusus dalam perang. Bahkan itu simbol-simbol pasukan perdamaian pun itu enggak boleh diserang.” ucapnya

Sebagai langkah lanjutan, DPR mendorong pemerintah untuk membawa kasus ini ke forum hukum internasional, termasuk International Court of Justice (ICJ) dan International Criminal Court (ICC), guna memastikan adanya akuntabilitas.

“Jadi bukan cuma hukum humaniter internasional yang dilanggar, tapi sudah hukum perang. Nah kita minta, bahkan kita minta supaya kalau memungkinkan, kita masuk dari momen ini, kita harus masuk ke International Court of Justice. Bahkan Criminal Court juga kemungkinan kita masuk.” katanya

Selain itu, ia juga menekankan pentingnya evaluasi terhadap aturan pelibatan atau Rules of Engagement (ROE) bagi prajurit Indonesia dalam misi perdamaian dunia agar risiko serupa dapat diminimalkan.

“Tetapi, kita membuat ROE (Rules of Engagement)-nya itu yang benar-benar memungkinkan bisa safe. Jadi fungsi diplomasinya tetap kita dapatkan, tugas kita melaksanakan konstitusi dalam menjaga perdamaian dunia tetap kita lakukan, tetapi kita meminimalisir risiko untuk prajurit kita.” pungkasnya

Sebelumnya, Praka Rico Pramudia (31) tutup usia saat dirawat usai terluka parah akibat serangan di Lebanon selatan akhir bulan lalu. Tercatat 4 prajurit TNI yang gugur saat menjalani tugas sebagai Pasukan Perdamaian PBB di Lebanon (United Nations Interim Force in Lebanon/UNIFIL).

Gugurnya Praka Riko disampaikan UNIFIL melalui akun X @UNIFIL_. UNIFIL menyampaikan belasungkawa terdalam kepada keluarga dan rekan Praka Rico Pramudia serta TNI dan Pemerintah serta rakyat Republik Indonesia (RI).

"UNIFIL menyesalkan wafatnya Kopral Rico Pramudia hari ini, yang terluka parah akibat ledakan proyektil di pangkalan tempatnya bertugas di Adchit Al Qusayr pada malam 29 Maret," demikian keterangan UNIFIL di akun X @UNIFIL_, Jumat (24/4/2026).

Serangan ke markas UNIFIL di dekat Adchit Al Qusayr, Lebanon selatan terjadi saat meningkatnya ketegangan antara militer Israel dan kelompok Hizbullah. Pada serangan yang terjadi Minggu (29/3) malam itu, Praka Rico mengalami luka berat.

Praka Rico yang mengalami luka berat lalu dievakuasi menggunakan helikopter menuju Rumah Sakit St. George di Beirut untuk mendapatkan penanganan medis lanjutan.

Arie Dwi Prasetyo

Sumber : Radio Elshinta

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire