Presiden Prabowo tegaskan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan kejutkan dunia

Presiden Prabowo Subianto di World Economic Forum, Swiss, Kamis (23/1/2026)
Presiden Prabowo Subianto di World Economic Forum, Swiss, Kamis (23/1/2026)
Presiden RI Prabowo Subianto menyuarakan optimisme bahwa pertumbuhan Indonesia akan mengejutkan dunia. Hal itu, lanjutnya, didasarkan pada bukti bahwa ekonomi Indonesia masih tetap tangguh di tengah ketidakpastian global.
“Saya yakin pertumbuhan kami, pertumbuhan ekonomi kami, akan secara signifikan mengejutkan banyak pihak di dunia,” tegas Presiden Prabowo dalam pidatonya di pertemuan tahunan World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss, Kamis (22/1/2026) waktu setempat.
Presiden juga menyampaikan saat ini memang dunia tengah menghadapi berbagai gejolak, seperti pengetatan kondisi keuangan, peningkatan tensi perdagangan, dan ketegangan geopolitik. Kendati demikian, ekonomi Indonesia masih terbukti kokoh dalam menghadapi berbagai guncangan tersebut.
Sebagai contoh, ia menerangkan bahwa inflasi tahunan Indonesia masih tetap stabil di kisaran 2 persen. Kemudian, pemerintah juga mampu menjaga defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di bawah 3 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).
Selain itu, Indonesia juga mampu mempertahankan pertumbuhan ekonomi di kisaran 5 persen dalam satu dekade terakhir. “Dan saya yakin bahwa tahun ini, pertumbuhan (ekonomi) kami akan lebih tinggi,” tuturnya.
Presiden menambahkan bahwa ungkapan tersebut bukanlah optimisme yang tanpa dasar. Menurutnya, beberapa laporan dari lembaga internasional memang mengakui ketangguhan ekonomi Indonesia. Dicontohkan bahwa International Monetary Fund (IMF) pada November lalu mengatakan bahwa Indonesia merupakan “titik terang” (bright spot) di tengah tingginya ketidakpastian global dan tensi dagang yang kian memanas.
“Lembaga-lembaga internasional tidak memuji kami karena optimisme yang tidak berdasar. Mereka melakukannya karena bukti. Mereka mengakui bahwa ekonomi Indonesia tangguh,” tambah Prabowo.
Ia melanjutkan bahwa stabilitas ekonomi Indonesia tidak terjadi secara kebetulan. Prabowo mengatakan, ketangguhan itu tercipta karena Indonesia selama ini lebih memilih bersatu dan berkolaborasi dibanding perpecahan.
“Kami, Indonesia, telah dan akan selalu memilih persatuan daripada perpecahan, memilih persahabatan dan kolaborasi daripada konfrontasi, dan selalu memilih persahabatan daripada permusuhan. Kredibilitas kami, yang diperoleh dengan susah payah selama bertahun-tahun, telah dijaga,” pungkas Presiden.
Sri Lestari/Ter




