Ramadan di Beijing, KBRI RI gelar buka puasa dan tarawih setiap hari

Suasana buka puasa bersama di aula KBRI Beijing, Beijing pada Selasa (25/2/2026). (ANTARA/Rizki Dwi Wibawa)
Suasana buka puasa bersama di aula KBRI Beijing, Beijing pada Selasa (25/2/2026). (ANTARA/Rizki Dwi Wibawa)
Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Beijing menggelar buka puasa dan salat tarawih setiap hari selama bulan Ramadan 1447 Hijriah.
“Kami setiap harinya akan mengadakan buka puasa bersama dan tarawih, termasuk pesantren Ramadan,” kata perwakilan Lintas Komunitas Muslim Indonesia–Tiongkok (LKMIT) Muhammad Iqbal Agustian Doro Putra di KBRI Beijing, Selasa (24/2).
Buka puasa dan salat tarawih tersebut diselenggarakan mulai 24 Februari hingga akhir Ramadan pada pertengahan Maret 2026. Kegiatan ini terbuka bagi seluruh Warga Negara Indonesia (WNI) maupun umat Muslim dari berbagai negara.
Selain buka puasa dan tarawih, KBRI Beijing juga menyelenggarakan pesantren Ramadanyang bekerja sama dengan LKMIT, Majelis Taklim At-Taqwa KBRI Beijing, Lintas Pengajian Beijing, Pengurus Cabang Istimewa (PCI) Nahdlatul Ulama (NU), serta PCI Muhammadiyah.
Pada Ramadan tahun sebelumnya, KBRI Beijing hanya menggelar buka puasa dan tarawih tiga kali dalam sepekan, yakni pada Rabu, Jumat, dan Minggu, serta belum menyelenggarakan pesantren Ramadan. Adapun rangkaian kegiatan pesantren Ramadan meliputi monitoring Mutaba’ah Yaumiyah, motivasi dan sesi berbagi pekanan, kajian bersanad, kelas bahasa Mandarin, kajian daring, hingga pelaksanaan salat Idul Fitri bersama.
“Kegiatannya ada yang dilakukan secara langsung, seperti buka puasa bersama dan tarawih berjamaah yang dilanjutkan dengan kultum. Ada juga yang dilakukan secara daring dan terbuka untuk umum, baik mahasiswa, pekerja, maupun masyarakat umum,” ujar Doro, yang merupakan mahasiswa semester pertama program master di salah satu kampus di Beijing.
Panitia juga mengundang sejumlah penceramah utama dari Indonesia termasuk KH Abdullah Gymnastiar atau Aa Gym yang akan memberikan kajian secara daring.
“Yang cukup berbeda adalah adanya monitoring Mutaba’ah Yaumiyah sehingga peserta dapat mengevaluasi ibadah hariannya. Nantinya ada mentor yang membimbing, dan pada Idul Fitri akan diberikan apresiasi bagi peserta terbaik,” katanya.
Doro menambahkan, hingga saat ini tercatat 87 peserta telah mendaftar dalam pesantren Ramadhan tersebut, dengan target mencapai 100 orang.
"Karena kita ingin menumbuhkan rasa persaudaraan rekan-rekan yang di Beijing maupun di luar Beijing karena menggunakan sistem daring, jadi kami ingin merangkul sebanyak mungkin orang dari setiap daerah, bahkan dari Indonesia juga banyak yang ikut," tambah Doro.
Sementara itu, pada acara yang sama, Wakil Duta Besar RI untuk China Irene mengatakan, kegiatan buka puasa bersama mencerminkan keberagaman Indonesia.
"Saya kebetulan bukan Muslim, tetapi ibu saya seorang Muslim sehingga saya terbiasa merayakan Ramadan, Lebaran, dan juga Natal. Keluarga kami sangat berbhineka sekali,” tuturnya.
Menurut dia, keberagaman tersebut merupakan kekuatan yang dapat menjadi teladan bagi dunia.
"Saya berharap rangkaian kegiatan Ramadhan ini hingga Idul Fitri nanti dapat mempererat kebersamaan dan menjadikan kita pribadi yang lebih baik. Semoga KBRI Beijing bisa menjadi rumah untuk semua teman-teman dan adik-adik baik untuk belajar dan berdoa dan berkumpul bersama saudara-saudara dari berbagai daerah di Indonesia," ujar Irene.
Dalam acara buka puasa bersama yang diikuti sekitar 70 orang tersebut, KBRI Beijing menyajikan berbagai hidangan khas Nusantara, seperti soto Bandung, ayam semur, sayur lodeh, telur, nasi putih, dan kerupuk. Seusai berbuka, kegiatan dilanjutkan dengan salat tarawih berjamaah hingga sekitar pukul 21.00 waktu setempat.




