Sistem Triase KKHI Madinah siap sukseskan ritual Haji

Kepala Seksi Kesehatan Daerah Kerja Madinah, dr. Enny Nuryanti di Madinah, beberapa waktu lalu
Kepala Seksi Kesehatan Daerah Kerja Madinah, dr. Enny Nuryanti di Madinah, beberapa waktu lalu
Penyelenggaraan ibadah haji yang mengedepankan visi Tri Sukses Haji terus dioptimalkan melalui kesiapan fasilitas kesehatan berjenjang demi senyum gembira jemaah. "Tenaga kesehatan kita itu ada di kloter, ada di sektor, ada di KKHI, untuk kloter ini kan melekat di jemaah," ujar Kepala Seksi Kesehatan Daerah Kerja Madinah, dr. Enny Nuryanti di Madinah, beberapa waktu lalu.
Penentuan rujukan pasien didasarkan pada keparahan keluhan kesehatan atau triase yang dialami jemaah agar penanganan medis berjalan presisi. "Tergantung triasenya, apakah kriteria hijau mungkin dirujuk ke sektor, kriteria kuning dirujuk ke KKHI, kriteria merah bisa langsung rujuk ke Rumah Sakit Arab Saudi," jelas dr. Enny.
Alur pelayanan berjenjang tersebut diterapkan secara ketat agar jemaah mendapat intervensi medis paling efektif tanpa harus kelelahan. "Kasus hijau contohnya sakit ringan cukup di sektor atau kloter, warna kuning sudah ditangani di sektor tidak membaik perlu dirujuk ke KKHI," papar Kepala ICCU KKHI Madinah, dr. Aceng Apandi.
Secara operasional, pos kesehatan sektor sebagai faskes pertama dan KKHI Madinah sebagai faskes kedua sama-sama melayani rawat jalan, namun dengan kelengkapan alat yang berbeda. "Kalau di KKHI kita ada pemeriksaan penunjang, jadi ada lab, ada rontgen, ada USG," tambah dr. Enny menegaskan kelengkapan fasilitas.
Kesiapan paripurna KKHI Madinah juga didukung oleh barisan tenaga ahli yang siap melayani seluruh tamu Allah, termasuk jemaah lansia dan risiko tinggi. "Kurang lebih ada 9 dokter dengan rata-rata dokter spesialis, ada spesialis jantung, spesialis penyakit dalam, paru, jiwa, anestesi, dan syaraf," tutur dr. Aceng.
Untuk skenario medis yang memerlukan penanganan darurat lanjutan, pemerintah Indonesia telah merajut kerja sama strategis dengan berbagai fasilitas kesehatan mumpuni di Madinah. "Terkait izin kita memang kerja sama dengan rumah sakit swasta yaitu Saudi German Hospital, atau bisa juga ke rumah sakit pemerintah seperti King Fahd atau RS Al Madinah," pungkas dr. Enny.
Bhery Hamzah/Ter




