Top
Begin typing your search above and press return to search.

AS klaim bicara dengan 'orang yang tepat', Teheran ingin kesepakatan

Presiden AS Donald Trump, Selasa (24/3), mengatakan bahwa Washington sedang berhubungan dengan para perantara Iran yang "tepat" dan bahwa Teheran sangat ingin mencapai kesepakatan untuk mengakhiri perang yang sedang berlangsung.

AS klaim bicara dengan orang yang tepat, Teheran ingin kesepakatan
X

Presiden Amerika Serikat (US), Donald Trump. ANTARA/Andolu/pri.

Presiden AS Donald Trump, Selasa (24/3), mengatakan bahwa Washington sedang berhubungan dengan para perantara Iran yang "tepat" dan bahwa Teheran sangat ingin mencapai kesepakatan untuk mengakhiri perang yang sedang berlangsung.

"Tidak ada yang tahu harus berbicara dengan siapa, tetapi kami sebenarnya sedang berbicara dengan orang yang tepat. Mereka sangat ingin mencapai kesepakatan, Anda tidak tahu betapa besarnya keinginan mereka," kata Trump pada upacara pelantikan Menteri Keamanan Dalam Negeri AS.

Trump mengatakan Iran mengirimkan "hadiah besar senilai sejumlah uang yang sangat besar" dan itu menunjukkan bahwa AS sedang berhubungan dengan orang-orang yang "tepat". Presiden tidak menyebutkan secara spesifik hadiah apa itu, tetapi mengatakan itu tidak terkait dengan masalah nuklir, melainkan dengan minyak dan gas.

Dia mengatakan "sejumlah orang" sedang melakukan pembicaraan dengan Iran, termasuk Wakil Presiden JD Vance, Menteri Luar Negeri Marco Rubio, utusan Steve Witkoff, dan menantunya, Jared Kushner.

Presiden AS Itu mengatakan Iran "berbicara dengan masuk akal," dan mengeklaim bahwa Teheran "setuju bahwa mereka tidak akan pernah memiliki senjata nuklir."

Meski Iran belum mengonfirmasi klaim tersebut, Teheran telah lama menyatakan bahwa mereka tidak berniat mengembangkan senjata nuklir.

Trump mengatakan AS telah "membunuh semua pemimpin mereka" dua kali dan memperingatkan bahwa para pemimpin baru dapat "dengan mudah" menjadi sasaran lagi.

"Tapi mari kita lihat bagaimana hasilnya," katanya.

Presiden AS itu mengeklaim bahwa rezim di Iran berubah karena AS membunuh semua pemimpin "yang menciptakan semua masalah itu."

"Saya pikir masalah ini akan segera diselesaikan," katanya, mengenai ketegangan dengan Iran, mencatat bahwa Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth dan Dan Caine, ketua Kepala Staf Gabungan, "cukup kecewa" dengan kemungkinan kesepakatan.

Pernyataan tersebut menyusul laporan CNN yang mengatakan Washington telah menghubungi Teheran melalui berbagai perantara dalam beberapa hari terakhir untuk menjajaki kemungkinan kesepakatan, meski belum lama ada yang mencapai tingkat negosiasi formal.

AS dan Israel telah melakukan serangan udara terhadap Iran sejak 28 Februari, sejauh ini menewaskan lebih dari 1.340 orang, termasuk pemimpin tertinggi Iran saat itu, Ali Khamenei.

Teheran telah membalas dengan serangan pesawat tak berawak dan rudal yang menargetkan Israel, bersama dengan Yordania, Irak, dan negara-negara Teluk yang menampung aset militer AS, menyebabkan korban jiwa dan kerusakan infrastruktur serta mengganggu pasar global dan penerbangan.

Ketegangan juga meningkat sejak 2 Maret, ketika Israel memperluas operasi militernya di Lebanon, melancarkan serangan udara di pinggiran selatan Beirut dan daerah-daerah di selatan dan timur, sebelum memulai serangan darat terbatas di selatan pada 3 Maret.

Sumber: Anadolu

Sumber : Antara

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire