Top
Begin typing your search above and press return to search.

AS serang Iran untuk antisipasi serangan balasan atas rencana Israel

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio pada Senin (2/3) mengakui bahwa AS melancarkan serangan terhadap Iran akhir pekan lalu sebagai upaya untuk bertindak lebih dulu sebelum Teheran dapat merespons serangan Israel yang diperkirakan akan terjadi.

AS serang Iran untuk antisipasi serangan balasan atas rencana Israel
X

Sumber foto: Antara/elshinta.com.

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio pada Senin (2/3) mengakui bahwa AS melancarkan serangan terhadap Iran akhir pekan lalu sebagai upaya untuk bertindak lebih dulu sebelum Teheran dapat merespons serangan Israel yang diperkirakan akan terjadi.

“Kami tahu bahwa akan ada aksi dari Israel. Kami tahu itu akan memicu serangan terhadap pasukan Amerika. Dan kami tahu bahwa jika kami tidak menyerang mereka terlebih dahulu, sebelum mereka meluncurkan serangan itu, kami akan mengalami korban yang lebih besar,” kata Rubio.

Berbicara kepada wartawan di Capitol Hill sebelum memberi pengarahan kepada Gang of Eight — empat pemimpin Kongres serta ketua Komite Intelijen DPR dan Senat — Rubio membela serangan udara gabungan AS-Israel itu sebagai langkah yang diperlukan untuk mencegah kerugian yang lebih besar.

“Ada ancaman yang benar-benar akan segera terjadi,” ujarnya, merujuk pada kemampuan rudal Iran dan apa yang digambarkannya sebagai rencana untuk menargetkan pangkalan Amerika serta sekutu di kawasan.

“Kami tahu bahwa jika Iran diserang, dan kami yakin itu akan terjadi, mereka akan segera menyerang kami, dan kami tidak akan hanya diam dan menerima serangan sebelum kami merespons,” ucap dia.

Rubio lebih lanjut mengatakan Departemen Pertahanan telah memperingatkan bahwa menunggu Iran menyerang lebih dulu akan mengakibatkan lebih banyak korban dan lebih banyak kematian. Ia juga beralasan bahwa AS bertindak proaktif secara defensif untuk mencegah kerusakan yang lebih besar.

Namun, menurut laporan media, pejabat Pentagon mengatakan kepada staf Kongres dalam pengarahan tertutup pada Minggu, bahwa tidak ada info intelijen yang menunjukkan Iran berencana menyerang pasukan AS terlebih dahulu.

Rubio menyebut tujuan serangan AS adalah untuk menghancurkan kemampuan rudal Iran serta “ancaman” yang ditimbulkan angkatan lautnya terhadap pelayaran global, dan memperingatkan bahwa eskalasi lebih lanjut kemungkinan akan terjadi.

“Saya tidak akan mengungkapkan detail upaya taktis kami, tetapi serangan terberat dari militer AS belum terjadi. Fase berikutnya akan jauh lebih menghukum Iran dibandingkan saat ini,” katanya.

“Berapa lama waktu yang dibutuhkan? Saya tidak tahu. Kami memiliki tujuan. Kami akan melakukan ini selama diperlukan,” tambah dia.

Israel sebelumnya mengumumkan telah melalukan apa yang disebutnya sebagai serangan “preemptif” terhadap Iran pada Sabtu (28/2) dini hari waktu setempat dengan nama “Operation Lion’s Roar” serta memberlakukan status darurat “khusus dan segera” di seluruh negeri.

Serangan tersebut terjadi saat perundingan antara Amerika Serikat dan Irana mengenai program nuklir Iran masih berlangsung di bawah mediasi Oman, dengan putaran terbaru di Jenewa berakhir pada Kamis.

Adapun The New York Times melaporkan, Kepala Otoritas Israel Benjamin Netanyahu mendesak Presiden AS Donald Trump untuk “melancarkan serangan yang menentukan” terhadap Iran dan tidak membiarkan diplomasi nuklir yang diperbarui dengan Teheran menggagalkan rencana aksi militer.

Sumber : Radio Elshinta

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire