Kebijakan agresif Trump dinilai dorong politik internasional berbasis kekuatan militer
Pengamat UGM: Sikap Trump Bisa Memicu Domino Negara Besar Gunakan Kekuatan Militer

Presiden Trump, (Antara foto)
Presiden Trump, (Antara foto)
Pengamat hubungan internasional Fisipol UGM, Muhadi Sugiono menilai kebijakan agresif Donald Trump dapat mendorong pola politik internasional yang mengandalkan kekuatan militer.
Muhadi menjelaskan, sikap Trump cenderung menempatkan negara lain sebagai kawan atau lawan, dan Amerika Serikat bertindak sepihak sesuai kepentingannya. Dalam beberapa kasus, termasuk penggunaan kekuatan militer.
“Perilaku tersebut mencerminkan cara pandang politik internasional yang hanya melihat kawan dan lawan, dengan Amerika Serikat bertindak sepihak,” ujar Muhadi dalam wawancara Radio Elshinta, Rabu (14/1/2026).
Ia menambahkan, langkah AS ini menandai pergeseran kebijakan luar negeri yang meninggalkan kerja sama multilateral dan aturan global yang selama ini disepakati. Langkah agresif tersebut berpotensi memicu efek domino di tingkat internasional.
Muhadi juga memperingatkan, kebijakan agresif Amerika dapat menjadi legitimasi bagi negara besar lain, seperti Rusia dan China, untuk menggunakan kekuatan militer demi kepentingan nasional mereka.
“Amerika berusaha dengan kekuatannya sendiri melakukan apa pun yang dia mau, dan terhadap pihak yang dianggap lawan, termasuk menggunakan kekuatan militer,” tambahnya.
Menurut Muhadi, ke depan politik global berpotensi semakin didominasi power politics, dengan kekuatan militer dan ekonomi menjadi dasar utama pengambilan keputusan strategis negara besar.
Steffani Anastasia/Mgn/Rama




