Australia, UE sepakati perdagangan bebas, perkuat kerja sama keamanan
Australia dan Uni Eropa, Selasa, menandatangani perjanjian perdagangan bebas senilai 10 miliar dolar Australia (sekitar Rp120 triliun) serta kemitraan keamanan dan pertahanan.

Sumber foto: Antara/elshinta.com.
Sumber foto: Antara/elshinta.com.
Australia dan Uni Eropa, Selasa, menandatangani perjanjian perdagangan bebas senilai 10 miliar dolar Australia (sekitar Rp120 triliun) serta kemitraan keamanan dan pertahanan.
FTA yang dirundingkan selama delapan tahun itu akan memberi eksportir Australia akses lebih luas ke pasar global berpenduduk lebih dari 450 juta orang.
Menurut pernyataan kantor Albanese, Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen dan Perdana Menteri Australia Anthony Albanese menandatangani kesepakatan tersebut dalam pertemuan di Canberra.
Usai pertemuan, Albanese mengatakan hubungan kedua pihak krusial di tengah lingkungan global yang “kian tidak dapat diprediksi”.
“Ini saling menguntungkan,” katanya, seraya menyoroti penghapusan tarif ekspor seperti anggur, makanan laut, daging sapi, dan produk susu.
“Hari ini kami juga meluncurkan Kemitraan Keamanan dan Pertahanan baru,” kata von der Leyen melalui platform X.
Ia menambahkan kerja sama akan diperluas dari latihan maritim bersama hingga sektor antariksa, industri pertahanan, dan penanggulangan ancaman hibrida.
Dalam FTA tersebut, Australia akan menghapus tarif lima persen atas impor produk Eropa, termasuk mobil dari produsen seperti BMW dan Mercedes-Benz, serta barang mode, makanan, dan minuman.
Sebagai imbalannya, Uni Eropa akan membuka akses impor lebih besar bagi produk Australia, termasuk daging sapi dan domba.
Tak lama setelah penandatanganan FTA itu, eksportir daging mengkritik perjanjian tersebut karena dinilai belum memenuhi akses pasar yang dijanjikan selama negosiasi panjang.
Terkait kemitraan keamanan, Uni Eropa menyatakan kerangka kelembagaan yang kuat akan dibentuk guna meningkatkan efektivitas dalam menghadapi tantangan geopolitik saat ini.
Dalam pidatonya di parlemen Australia, von der Leyen mengatakan Eropa dan Australia perlu memperkuat pertahanan dan melakukan dekarbonisasi untuk mengurangi ketergantungan ekonomi dan energi pada China dan Rusia.
Dia memperingatkan ekspor besar-besaran China melemahkan model ekonomi Eropa dan mendorong deindustrialisasi, serta mendesak Australia mendukung upaya menyeimbangkan kembali perdagangan global.
“Ancaman terhadap rantai pasok dan guncangan pada basis industri kita memerlukan respons mendesak,” ujarnya.




