Dua panda terakhir akan kembali, China undang warga Jepang berkunjung
Pemerintah China mengundang warga Jepang untuk datang ke Tiongkok bila ingin melihat panda raksasa, mengingat dua binatang endemik Negeri Tirai Bambu tersebut akan segera kembali ke tempat asalnya.

Sumber foto: Antara/elshinta.com.
Sumber foto: Antara/elshinta.com.
Pemerintah China mengundang warga Jepang untuk datang ke Tiongkok bila ingin melihat panda raksasa, mengingat dua binatang endemik Negeri Tirai Bambu tersebut akan segera kembali ke tempat asalnya.
"Saya tahu panda raksasa dicintai oleh banyak orang di Jepang, dan kami menyambut teman-teman Jepang untuk datang mengunjungi mereka di China," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Guo Jiakun dalam konferensi pers di Beijing, Rabu.
Dua panda raksasa terakhir di Jepang, Xiao Xiao dan Lei Lei akan kembali ke China pada 27 Januari 2026 atau satu bulan lebih cepat dari jadwal menyusul ketegangan bilateral kedua negara.
Setelah Xiao Xiao dan Lei Lei pergi, tidak akan ada panda raksasa di Jepang untuk pertama kalinya sejak dua panda tiba pada tahun 1972 untuk memperingati normalisasi hubungan diplomatik antara kedua negara.
"Kami telah mengetahui bahwa berdasarkan perjanjian antara China dan Jepang, panda raksasa Xiao Xiao dan Lei Lei yang tinggal di Kebun Binatang Ueno di Tokyo akan kembali ke China sesuai jadwal sebelum Februari," ungkap Guo Jiakun.
Kebun binatang Ueno, Tokyo, tempat keduanya dibesarkan selama ini, pun mengizinkan sekitar 4.800 pengunjung per hari untuk melihat panda, dengan setiap kunjungan dibatasi hingga satu menit. Mulai 14 Januari hingga 25 Januari, hari-hari terakhir pengamatan publik, reservasi dialokasikan melalui sistem undian.
Kedua panda berusia empat tahun itu lahir di Kebun Binatang Ueno Tokyo, tetapi secara teknis semua panda raksasa dan keturunannya di kebun binatang luar negeri adalah "pinjaman" dari China dan harus kembali ke negara tersebut.
Pemerintah Tokyo dilaporkan telah berbicara dengan pihak China untuk mendapatkan panda baru, tapi tidak ada tanda-tanda kemajuan dalam waktu dekat di tengah meningkatnya ketegangan antara kedua negara.
Panda-panda tersebut akan ditempatkan di pusat konservasi di Sichuan setelah menjalani karantina setelah kembali.
Sebelumnya, empat panda di Jepang juga sudah kembali ke China yaitu Shin Shin dan Ri Ri dipinjamkan China pada 2011 dan dikembalikan pada 2024. Mereka memiliki anak panda yaitu Xiang Xiang yang lahir pada 2017 yang juga sudah kembali pada 2023.
Panda raksasa telah menjadi simbol penting hubungan China-Jepang. Sebanyak 30 panda raksasa telah tinggal di Jepang sejak hubungan dinormalisasi, baik dengan status dipinjamkan ataupun lahir di sana. Pada suatu waktu, Jepang menampung sembilan panda, atau terbanyak di antara negara-negara di luar China.
Namun ketegangan kedua negara meningkat sejak 7 November 2025 sejak Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi mengatakan penggunaan kekuatan militer China terhadap Taiwan, dapat "menimbulkan situasi yang mengancam kelangsungan hidup bagi Jepang".
Pernyataan itu dipahami bahwa pemerintah Jepang mengizinkan Pasukan Bela Diri bertindak untuk mendukung Taiwan jika China memberlakukan blokade maritim terhadap Taiwan atau melakukan bentuk tekanan lainnya.




