Top
Begin typing your search above and press return to search.

Inabuyer B2B2G Expo 2026 perkuat peran UMKM dalam rantai pasok program prioritas Nasional

Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah bersama Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah, Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (HIPPINDO), dan SMESCO Indonesia/ Lembaga Layanan Pemasaran Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (LLP-KUKM) hari ini menggelar Sosialisasi & Press Conference Inabuyer B2B2G Expo 2026 di Jakarta.

Inabuyer B2B2G Expo 2026 perkuat peran UMKM dalam rantai pasok program prioritas Nasional
X

Sumber foto: Istimewa/elshinta.com.

Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah bersama Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah, Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (HIPPINDO), dan SMESCO Indonesia/ Lembaga Layanan Pemasaran Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (LLP-KUKM) hari ini menggelar Sosialisasi & Press Conference Inabuyer B2B2G Expo 2026 di Jakarta.

Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian menuju penyelenggaraan Inabuyer B2B2G Expo 2026 yang akan berlangsung pada 5–7 Mei 2026 di Gedung SMESCO, Jakarta. Tahun ini merupakan penyelenggaraan ke-4, yang kembali dihadirkan sebagai platform strategis untuk mempertemukan pengusaha UMKM dengan buyer dari sektor pemerintah, BUMN, dan swasta.

Inabuyer B2B2G Expo 2026 akan menghadirkan berbagai agenda utama seperti business matching, pameran produk, diskusi panel, serta penandatanganan MoU dan kontrak kerja sama.

Lebih dari sekadar ajang pameran, Inabuyer B2B2G Expo 2026 diarahkan sebagai ruang temu yang mampu menjawab kebutuhan pasar secara nyata sekaligus memperkuat posisi pengusaha UMKM dalam rantai pasok nasional. Pendekatan ini menjadi pembeda utama dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya.

Pada tahun ini, Inabuyer B2B2G Expo 2026 difokuskan pada keterlibatan langsung pengusaha UMKM dalam program prioritas pemerintah, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Perumahan Rakyat, dan Sekolah Rakyat. Melalui pendekatan tersebut, pengusaha UMKM tidak hanya memperoleh akses pasar, tetapi juga peluang untuk terhubung dengan kebutuhan yang bersifat konkret dan berkelanjutan.

Selain itu, Inabuyer B2B2G Expo 2026 juga memperluas ruang partisipasi pengusaha UMKM ke sektor yang lebih luas, termasuk proyek infrastruktur publik serta ekosistem retail modern seperti mal dan pusat perbelanjaan. Upaya ini sejalan dengan kebijakan pemerintah yang mendorong peningkatan penggunaan produk dalam negeri serta membuka akses yang lebih besar bagi produk lokal untuk masuk ke pasar modern.

Aspek pemulihan ekonomi turut menjadi perhatian dalam penyelenggaraan tahun ini. Melalui program Showcase UMKM Bangkit, Inabuyer B2B2G Expo 2026 menghadirkan pengusaha UMKM dari Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang terdampak bencana, agar dapat kembali mengakses pasar dan membangun kemitraan baru.

Helvi Moraza, Wakil Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Republik Indonesia, menyampaikan bahwa pemerintah terus mendorong keberpihakan terhadap pelaku usaha lokal melalui berbagai kebijakan yang terintegrasi.

"Pemerintah terus berkomitmen memperkuat keberpihakan terhadap pengusaha lokal melalui kebijakan seperti Kampanye Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN), optimalisasi TKDN, serta pembatasan produk impor, termasuk melalui Inabuyer B2B2G Expo 2026. Kegiatan ini menjadi momentum untuk membangkitkan produk lokal sekaligus mendorong kemitraan UMKM lintas sektor, dengan dukungan pemerintah, usaha besar, dan BUMN/BUMD. Kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat UMKM, rantai pasok, serta meningkatkan penggunaan produk dalam negeri sehingga mendorong pemerataan ekonomi dan daya saing nasional,” ujarnya.

Senada dengan hal tersebut, Muhammad Aris Supriyanto, Deputi Bidang Pengembangan Strategi dan Kebijakan, Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) menekankan pentingnya peran pengadaan pemerintah dalam memperkuat ekosistem usaha dalam negeri.

“Kekuatan utama perekonomian Indonesia bertumpu pada jutaan pelaku UMKM dan koperasi di berbagai daerah. Dalam hal ini, belanja pemerintah memiliki peran strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus membuka akses pasar bagi pelaku usaha lokal. Melalui Inabuyer B2B2G Expo 2026, kami melihat peluang besar untuk mempertemukan kebutuhan pengadaan dengan kapasitas UMKM yang terus berkembang, sekaligus memperkuat ekosistem yang lebih inklusif, transparan, dan berpihak pada produk dalam negeri,” jelasnya.

Sementara itu, Budihardjo Iduansjah Budihardjo Iduansjah, Ketua Umum HIPPINDO dan ATTEC menyampaikan bahwa, “Sektor konsumsi, termasuk retail modern, adalah motor utama pergerakan ekonomi. Dengan adanya Inabuyer B2B2G Expo 2026, kita memperkuat konektivitas antara belanja pemerintah melalui Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah, kementerian/lembaga, dan BUMN/ BUMD, dengan kebutuhan sektor swasta, khususnya sektor retail. Ini menciptakan demand yang nyata dan terintegrasi, sehingga mendorong perputaran ekonomi yang lebih besar di dalam negeri.”

“Melalui gerakan nasional seperti BINA (Belanja di Indonesia Aja), kami mendorong agar seluruh kebutuhan tersebut dipenuhi oleh produk dalam negeri. Retail, industri, hingga sektor pariwisata, termasuk wisatawan yang datang untuk berbelanja, semuanya membutuhkan produk. Ini adalah momentum besar, dan Inabuyer menjadi platform untuk menghadirkan lebih banyak produsen dalam negeri, termasuk UMKM, agar dapat menjadi bagian dari ekosistem tersebut. Artinya, kita tidak hanya bicara mempertemukan buyer dan seller, tetapi membangun ekosistem perdagangan dalam negeri yang kuat. Ketika demand sudah ada, baik dari pemerintah, retail, maupun pasar wisata maka tugas kita adalah memastikan supply dari dalam negeri siap dan mampu mengisi kebutuhan tersebut,” tambahnya.

Sebagai platform yang telah berjalan sejak 2023, penyelenggaraan sebelumnya mencatatkan capaian yang positif. Pada tahun 2025, kegiatan ini berhasil mencatatkan potensi kerja sama sebesar Rp1,58 triliun dengan realisasi transaksi lebih dari Rp2,5 triliun.

Capaian tersebut menjadi dasar penguatan pelaksanaan Inabuyer B2B2G Expo 2026, dengan pendekatan yang lebih terarah dan berdampak.

Melalui penyelenggaraan tahun ini, Inabuyer B2B2G Expo 2026 diharapkan tidak hanya menjadi ajang pertemuan bisnis, tetapi juga menjadi katalis yang memperkuat keterlibatan pengusaha UMKM dalam pembangunan ekonomi nasional secara lebih luas dan berkelanjutan.

Sumber : Elshinta.Com

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire