Indef nilai Lebaran jadi momen penguatan UMKM dan perputaran ekonomi
Institute for Development of Economics and Finance (Indef) menilai momentum Ramadhan dan Idul Fitri 1447 Hijriah menjadi periode penting yang mampu memperkuat aktivitas UMKM, sekaligus mendorong perputaran ekonomi nasional melalui peningkatan konsumsi masyarakat.

Sumber foto: Ilustrasi/elshinta.com.
Sumber foto: Ilustrasi/elshinta.com.
Institute for Development of Economics and Finance (Indef) menilai momentum Ramadhan dan Idul Fitri 1447 Hijriah menjadi periode penting yang mampu memperkuat aktivitas UMKM, sekaligus mendorong perputaran ekonomi nasional melalui peningkatan konsumsi masyarakat.
Peneliti Pusat Makro Ekonomi dan Keuangan Indef Abdul Manap Pulungan dalam diskusi daring dipantau dari Jakarta, Senin mengatakan, Lebaran setiap tahunnya menjadi momentum ekonomi yang signifikan karena meningkatnya aktivitas konsumsi masyarakat, terutama didorong oleh pencairan Tunjangan Hari Raya (THR) dan mobilitas mudik.
“Momen Lebaran ini merupakan momen yang setiap tahun menjadi salah satu momen penting bagi kita, terutama momen Islam, dimana ini akan memberikan peluang dan sekaligus tantangan,” ujar Abdul Manap.
Menurutnya, peningkatan konsumsi selama Ramadhan hingga Idul Fitri berpotensi memperkuat aktivitas ekonomi domestik dan mendorong pelaku usaha meningkatkan kapasitas produksi.
Ia menjelaskan, peningkatan produksi tersebut akan berdampak langsung pada sektor UMKM karena meningkatnya permintaan terhadap berbagai produk dan jasa, mulai dari makanan, ritel, transportasi hingga layanan lain yang berkaitan dengan aktivitas Lebaran.
“Ini akan mendorong aktivitas UMKM agar UMKM ini bisa bergerak dan meningkatkan kapasitas produksinya. Lalu juga pada akhirnya akan memengaruhi jumlah uang beredar selama periode tersebut,” jelasnya.
Namun demikian, ia juga mengingatkan bahwa momentum tersebut tetap diiringi sejumlah tantangan, salah satunya potensi kenaikan inflasi menjelang Lebaran, khususnya pada komoditas pangan, serta energi karena konflik di Timur Tengah.
Ia menyebutkan kenaikan harga pangan kerap terjadi karena keterbatasan stok di tengah meningkatnya permintaan masyarakat selama Ramadhan.
Tantangan lain yang perlu diperhatikan adalah aspek infrastruktur selama periode mudik, seperti ketersediaan bahan bakar, kondisi jalan, serta potensi kemacetan yang dapat meningkatkan biaya perjalanan masyarakat.
Di sisi lain, kondisi ekonomi global yang masih mengalami tekanan juga dinilai dapat mempengaruhi stabilitas ekonomi domestik, termasuk nilai tukar dan daya beli masyarakat.
Meski demikian, peneliti Indef itu menilai jika momentum Ramadhan dan Lebaran dapat dikelola dengan baik, periode tersebut berpotensi menjadi penggerak utama aktivitas ekonomi domestik sekaligus memperkuat peran UMKM dalam perekonomian nasional.




