Kehadiran polisi membuat pemudik lega, setelah terjebak di bahu Tol karena pecah ban
Seorang pemudik, Yufiwandita (35) harus menepikan kendaraaannya di bahu jalan Tol karena mengalami pecah ban, dan tidak dapat berbuat apapun karena alat untuk melepas ban serepnya patah, Rabu (25/3/2026).

Sumber foto: Hari Nurdiansyah/elshinta.com.
Sumber foto: Hari Nurdiansyah/elshinta.com.
Seorang pemudik, Yufiwandita (35) harus menepikan kendaraaannya di bahu jalan Tol karena mengalami pecah ban, dan tidak dapat berbuat apapun karena alat untuk melepas ban serepnya patah, Rabu (25/3/2026).
"Alhamdulillah, ada patroli dari Satlantas Polres Pemalang yang datang membantu, kami di sini dari jam 3 sore," kata Yufiwandita.
Yufiwandita mengatakan, kehadiran polisi membuatnya tenang dan merasa aman, karena menyadari berhenti di bahu jalan tol sangat membahayakan.
"Alhamdulillah sudah aman, ini langsung dibantu dan sudah beres, kendaraannya mau diderek," kata Yufiwandita seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Aman Hasibuan, Senin (30/3).
Dengan adanya bantuan tersebut, Yufiwandita menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang mendalam kepada petugas Kepolisian yang telah membantunya.
"Terimakasih pada Satlantas Polres Pemalang dan tim, saya ucapkan banyak-banyak terima kasih ya pak," kata Yufiwandita.
Yufiwandita mengatakan, minibus yang dikendarainya mengalami pecah ban saat perjalanan balik mudik ke Kecamatan Bumiayu Kabupaten Brebes, setelah bersilaturahmi ke rumah saudaranya di Pemalang.
"Saya mengemudikan minibus, membawa rombongan keluarga dari Bumiayu," kata Yufiwandita.
Yufiwandita mengatakan, kendaraannya mengalami pecah ban di jalur Tol perbatasan Pemalang-Tegal, tepatnya di KM 301 jalur B.
"Mobil patroli polisi yang datang menepi dan membantu kami sangat membuat hati lega, karena keluarga kami sudah sangat lelah pak," kata Yufiwandita.




