Anak-anak korban banjir Kudus dapat trauma healing dari polisi
Aparat Polres Kudus bersama Bag Psikologi Biro SDM Polda Jawa Tengah menggelar kegiatan psiko sosial dan trauma healing bagi warga terdampak banjir khususnya anak-anak di sejumlah lokasi pengungsian di Kabupaten Kudus, Kamis (15/1).

Sumber foto: Sutini/elshinta.com.
Sumber foto: Sutini/elshinta.com.
Aparat Polres Kudus bersama Bag Psikologi Biro SDM Polda Jawa Tengah menggelar kegiatan psiko sosial dan trauma healing bagi warga terdampak banjir khususnya anak-anak di sejumlah lokasi pengungsian di Kabupaten Kudus, Kamis (15/1).
Kegiatan ini bertujuan membantu pemulihan kondisi psikologis agar tidak mengalami trauma berkepanjangan.
Pendampingan dilakukan oleh Tim Psikologi Biro SDM Polda Jateng yang didukung Tim Trauma Healing Polres Kudus.
Sejumlah lokasi pengungsian yang menjadi sasaran kegiatan antara lain Posko Pengungsian Aula Gedung DPRD Kabupaten Kudus, TPQ Kuriyathul Fikri Desa Pasuruhan Lor, serta Gedung NU Center Desa Loram Kulon.
Tim memberikan berbagai permainan edukatif, motivasi, serta bingkisan makanan ringan kepada anak-anak pengungsi. Selain itu, tim juga memberikan edukasi terkait kemandirian dan kebersihan diri selama berada di pengungsian.
Bag Psikologi Biro SDM Polda Jateng turut menyerahkan bantuan sembako kepada pengungsi melalui koordinator dapur umum.
Kabag Psikologi Biro SDM Polda Jateng, AKBP Ahli Rumekso, mengatakan kegiatan psikososial ini merupakan bentuk kepedulian Polri dalam membantu masyarakat, khususnya anak-anak, agar tetap ceria dan mampu melewati masa sulit akibat bencana.
“Pendampingan ini diharapkan dapat meminimalisir dampak trauma serta membantu proses pemulihan mental para pengungsi,” ujarnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Sutini, Kamis (15/1).
Kapolres Kudus AKBP Heru Dwi Purnomo menegaskan Polri tidak hanya hadir dalam aspek pengamanan, tetapi juga kemanusiaan.
“Kami berkomitmen untuk terus hadir membantu masyarakat, tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga memberikan pendampingan dan perhatian agar warga terdampak banjir bisa segera pulih dan bangkit,” kata AKBP Heru.
Sementara itu, salah satu warga pengungsi, Siti Aminah, mengaku sangat terbantu dengan adanya kegiatan tersebut, terutama bagi anak-anak.
“Anak-anak jadi senang, tidak terus-terusan sedih dan bosan di pengungsian. Kami sebagai orang tua merasa lebih tenang. Terima kasih kepada Polri dan tim psikologi yang sudah peduli dengan kami,” ucapnya.




