Top
Begin typing your search above and press return to search.

Badan Geologi: Kawah Gunung Kelimutu longsor akibat curah hujan tinggi

Badan Geologi melaporkan salah satu dinding tebing kawah Gunung Kelimutu di Kabupaten Ende, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), mengalami longsor akibat tingginya curah hujan yang terjadi di daerah itu.

Badan Geologi: Kawah Gunung Kelimutu longsor akibat curah hujan tinggi
X

Ilustrasi: Wisatawan berwisata di kawasan Danau Kelimutu usai menyaksikan matahari terbit (Sunrise) di puncak danau dan gunung Kelimutu di Ende. ANTARA FOTO/Kornelis Kaha

Badan Geologi melaporkan salah satu dinding tebing kawah Gunung Kelimutu di Kabupaten Ende, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), mengalami longsor akibat tingginya curah hujan yang terjadi di daerah itu.

"Setelah dilakukan pengecekan lapangan, kejadian tersebut adalah akibat dari longsornya sebagian tebing Timur laut dari Kawah II. Hal ini kemungkinan disebabkan oleh curah hujan yang intensif sehingga menyebabkan ketidakstabilan tebing tersebut," kata Kepala Badan Geologi Lana Saria dalam keterangan yang diterima di Kupang, Senin.

Dia mengatakan pengecekan tersebut dilakukan setelah beredarnya video dari pengunjung terkait gelombang yang terjadi di permukaan Kawah II (Tiwu Koofai Nuwamuri) Gunung Kelimutu.

Berdasarkan pengamatan visual dan instrumental hingga Senin (12/1), tidak terjadi peningkatan yang signifikan dari aktivitas kegempaan, warna, maupun dari suhu kawah.

Dia menjelaskan Gunung Kelimutu merupakan gunung api tipe strato dengan ketinggian 1384,5 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Gunung Kelimutu memiliki tiga danau kawah yaitu Kawah I (Tiwu Ata Polo), Kawah II (Tiwu Koofai Nuwamuri), dan Kawah III (Tiwu Ata Bupu).

Saat ini gunung tersebut berada pada Level I atau Normal. Namun dengan mempertimbangkan semua data tersebut, masyarakat di sekitar Gunung Kelimutu dan para pengunjung diimbau agar membatasi aktivitas di sekitar area kawah.

Pengunjung atau wisatawan juga dilarang melewati pagar pembatas, tidak mendekati kawah danau, tidak mendekati tembusan gas, dan tidak bermalam di dalam kawah, untuk menghindari potensi bahaya gas beracun.

Sumber : Antara

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire