Top
Begin typing your search above and press return to search.

Banjir Kudus semakin meluas di 7 kecamatan

Bencana banjir yang melanda kabupaten Kudus Jawa Tengah semakin meluas hingga saat ini sudah ada 35 desa di 7 kecamatan yang terdampak banjir, dengan total warga sebanyak 48.190 jiwa.

Banjir Kudus semakin meluas di 7 kecamatan
X

Sumber foto: Sutini/elshinta.com.

Bencana banjir yang melanda kabupaten Kudus Jawa Tengah semakin meluas hingga saat ini sudah ada 35 desa di 7 kecamatan yang terdampak banjir, dengan total warga sebanyak 48.190 jiwa.


Kepala Pelaksana BPBD kabupaten Kudus Eko Hari Djatmiko melalui Kasi Kedaruratan Ahmad Munaji mengatakan banjir yang semakin meluas menyebabkan ratusan orang mulai diungsikan ke tempat yang lebih aman. Dimana, pemerintah kabupaten Kudus telah menyiapkan 7 titik pengungsian dan 10 dapur umum. Hal ini guna memastikan ketersediaan makanan bagi para pengungsi maupun warga terdampak yang aktivitasnya lumpuh akibat banjir.

"Hari ini sudah ada pengungsi 596 jiwa yang tersebar di 7 titik lokasi seperti gedung DPRD, gedung Muslimat NU Loram Kulon, Balai Desa Karangdowo, Balai Desa Jati Wetan, GOR Desa Kesambi, MI Hidatus Sibyan Temulus, NU center Pasuruhan Lor. Warga lainnya masih bertahan dirumah dan ada yang kerumah kerabatnya," katanya, Rabu (14/1).

Data BPBD mencatat ada 35 desa terdampak banjir di 7 Kecamatan dan 26 Desa terkena bencana longsor dan angin kencang di 3 kecamatan. Untuk terdampak banjir yakni di kecamatan Mejobo ada 10 desa, Kecamatan Jati 7 desa, Kecamatan Bae 1 desa, Kecamatan jekulo 5 desa Kecamatan Kaliwungu 7 desa Kecamatan Kota 2 desa dan Kecamatan Undaan 2 desa. Terdapat 2735 hektar sawah terendam banjir dengan ketinggian lebih dari 1 meter.

Sementara itu, pantauan di salah satu desa terdampak banjir, Desa Setro kalangan Kecamatan Kaliwungu terdapat puluhan rumah warga yang sudah mulai terendam banjir serta akses keluar masuk desa lumpuh karena ketinggian air yang lebih dari 50 centimeter.


Salah satu warga Dukuh Karangturi Desa Setrokalangan, Susi mengaku akses keluar masuk ke desanya sudah lumpuh total sehingga warga untuk beraktivitas mengunakan perahu.


"Semua kendaraan sudah diungsikan ke pinggir jalur Lingkar barat Kudus karena akses masuk sudah tertutup air sangat membahayakan jadi kalau pulang pergi kerja terpaksa naik perahu," keluhnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Sutini, Rabu (14/1).

Sumber : Radio Elshinta

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire