BAZNAS RI salurkan Beras Zakat Fitrah kepada warga terdampak banjir rob Bekasi
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bergerak cepat menjangkau daerah terisolasi untuk menyalurkan bantuan Beras Zakat Fitrah bagi warga yang terdampak banjir rob di pesisir Kabupaten Bekasi.

Sumber foto: Istimewa/elshinta.com.
Sumber foto: Istimewa/elshinta.com.
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bergerak cepat menjangkau daerah terisolasi untuk menyalurkan bantuan Beras Zakat Fitrah bagi warga yang terdampak banjir rob di pesisir Kabupaten Bekasi. Penyaluran ini difokuskan di dua titik, yakni Pondok Dua (Desa Pantai Harapan Jaya) dan Muara Beting (Desa Pantai Bahagia), Kecamatan Muara Gembong, Minggu (1/3/2026).
Dalam aksi kemanusiaan ini, BAZNAS mendistribusikan total 200 paket beras zakat fitrah masing-masing seberat 5 kg, dengan rincian 100 paket untuk setiap lokasi. Kehadiran BAZNAS menjadi angin segar bagi warga yang selama tiga bulan terakhir terkepung banjir rob dan kesulitan mendapatkan bantuan logistik.
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, M.A., menyampaikan bahwa penyaluran ini merupakan komitmen BAZNAS untuk memastikan amanah zakat fitrah dari para muzaki sampai ke tangan mereka yang paling membutuhkan (mustahik), terutama di wilayah-wilayah yang sulit terjangkau.
“BAZNAS berupaya hadir di tengah masyarakat yang sedang mengalami kesulitan, yakni dampak banjir rob yang berkepanjangan serta tantangan ekonomi di bulan Ramadan. Kami berharap bantuan beras zakat fitrah ini dapat meringankan beban pangan keluarga, sehingga warga bisa menjalankan ibadah puasa dengan lebih tenang meskipun dalam situasi sulit,” ujar Saidah dalam keterangan tertulisnya.
Kondisi di lapangan memang cukup memprihatinkan. Watiah, salah seorang warga Desa Pantai Harapan Jaya, mengungkapkan bahwa desanya telah terisolasi akibat banjir rob selama hampir tiga bulan.
"Gara-gara banjir rob hampir tiga bulan sampai kaki bonyok kena kutu air, dan selama itu bantuan belum ada yang masuk. Alhamdulillah hari ini dapat bantuan beras zakat fitrah dari BAZNAS. Di situasi sekarang kami sangat membutuhkan bantuan ini. Terima kasih, BAZNAS," ucap Watiah haru.
Hal senada disampaikan oleh Tambrun (65), seorang nelayan bidak yang tinggal di gubuk kecil bersama istrinya yang sakit tumor otak. Dengan penghasilan tak menentu berkisar Rp30-50 ribu sekali melaut, bantuan ini sangat berarti baginya.
"Biasanya uang segitu buat beli beras. Alhamdulillah dengan bantuan BAZNAS ini, saya merasa sangat terbantu," katanya.
Dampak banjir rob ini juga ditegaskan oleh Nursan, pegiat Kelompok Bahagia Berkarya (Kebaya). Ia menjelaskan bahwa banjir yang masuk ke rumah-rumah warga telah melumpuhkan aktivitas ekonomi masyarakat pesisir.
"Nelayan tidak bisa fokus melaut karena pemulihan rumah, ditambah cuaca angin barat yang berbahaya buat melaut. Kalau tidak melaut, artinya tidak punya penghasilan. Bantuan beras ini setidaknya meringankan beban warga di sini," jelas Nursan.




