BMKG Balikpapan ingatkan potensi kathutla akibat titik panas tinggi
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Balikpapan mengingatkan semua pihak tentang potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) akibat banyaknya titik panas di Provinsi Kalimantan Timur dalam beberapa hari terakhir.

Sumber foto: Antara/elshinta.com.
Sumber foto: Antara/elshinta.com.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Balikpapan mengingatkan semua pihak tentang potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) akibat banyaknya titik panas di Provinsi Kalimantan Timur dalam beberapa hari terakhir.
"Cuaca dalam beberapa hari terakhir memang panas, sehingga kondisi ini kemudian memicu munculnya banyak titik panas," ujar Ketua Tim Data dan Informasi BMKG Stasiun Kelas I Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan, Carolina Meylita Sibarani, di Balikpapan, Kamis.
Pada Selasa (21/4) misalnya, mulai pukul 01.00 Wita hingga 24.00 Wita jumlah titik panas yang tersebar di delapan kabupaten maupun kota di Kalimantan Timur (Kaltim) sebanyak 55 titik.
Sebarannya, yakni di Kota Balikpapan dua titik, Kota Bontang satu titik, Kabupaten Paser tujuh titik, Penajam Paser Utara dua, Kutai Barat tujuh, Kutai Timur 13, Kutai Kartanegara 21 titik, dan Kabupaten Berau terdeteksi dua titik panas.
Kemudian pada Rabu (22/4) mulai pukul 01.00 hingga 24.00 Wita jumlah titik panas di Kaltim terdeteksi sebanyak 81 yang tersebar pada tujuh kabupaten/ kota, dengan rincian Balikpapan tiga, Bontang dua, Paser 14, Kutai Barat satu, Kutai Timur 37, Kutai Kartanegara 13, dan Berau 11 titik panas.
Berikutnya pada Kamis ini mulai pukul 01.00 hingga 16.00 Wita terdeteksi 23 titik panas yang tersebar di lima daerah yakni di Balikpapan tiga, Bontang satu, Kutai Timur 10, Kutai Kartanegara enam, dan Berau tiga titik.
Peringatan dini disampaikan antara lain kepada warga agar tidak membakar sampah sembarangan karena bisa menyebabkan api merambat ke lokasi lain, serta tidak membuang puntung rokok yang masih membara agar bara tidak mengenai daun kering di hutan maupun di lahan perkebunan.
Sedangkan bagi unsur pemerintah terkait seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) diimbau agar melakukan pengecekan terhadap titik panas yang sudah dideteksi oleh BMKG.
"Tim dari BPBD bersama unsur terkait saat datang ke lokasi biasanya sudah bisa memastikan apakah titik panas ini rawan menyebabkan karhutla atau tidak. Jika rawan atau mungkin terjadi karhutla, maka mereka langsung melakukan penanganan," katanya.
Unsur pemda lainnya seperti Dinas Pertanian, Dinas Perkebunan, dan Dinas Pemadaman Kebakaran diharapkan memberikan imbauan kepada petani dan pekebun agar melakukan antisipasi pencegahan karhutla.




