BNPB: Semua pengungsi erupsi Lewotobi sudah tempati huntara
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan semua pengungsi korban erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur telah meninggalkan tenda pengungsian dan pindah ke hunian sementara (huntara).

Sumber foto: Antara/elshinta.com.
Sumber foto: Antara/elshinta.com.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan semua pengungsi korban erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur telah meninggalkan tenda pengungsian dan pindah ke hunian sementara (huntara).
“Untuk Lewotobi Laki-laki, sekitar 500 kepala keluarga sudah seluruhnya pindah ke hunian sementara. Kami pastikan tidak ada lagi warga yang tinggal di tenda pengungsian,” kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari saat ditemui di Kantor ANTARA Heritage Center di Jakarta, Selasa.
Dia menjamin bahwa meskipun aktivitas erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki masih berpotensi terjadi karena siklus kegempaan dan vulkanik yang belum sepenuhnya berhenti, kondisi pengungsian kini lebih stabil dibandingkan fase awal bencana.
Bahkan, ia menyebut dalam situasi tertentu ketika terjadi erupsi susulan yang cukup besar, warga setempat dapat kembali menggunakan tenda yang sebelumnya disiagakan pemerintah selama satu - dua malam, sebelum kembali ke huntara.
“Biasanya itu warga yang keluar sementara dari zona terdampak saat erupsi, lalu kembali lagi ke hunian sementara setelah kondisi dinyatakan aman,” kata dia.
Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki di Flores Timur dengan dampak signifikan itu terjadi November 2024 dan Maret 2025. Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melaporkan saat erupsi pada Maret 2025 terjadi letusan hebat dengan kolom abu mencapai 8.000 meter dan aktivitas berlanjut hingga Oktober 2025 dengan puluhan erupsi dalam sepekan.
BNPB dalam hal ini berkomitmen terus mendampingi pemerintah daerah dan instansi terkait demi memastikan kesiapsiagaan menghadapi potensi erupsi lanjutan, sekaligus menjamin pemenuhan kebutuhan dasar dan keselamatan warga terdampak.




