BPBD OKU perpanjang status siaga banjir dan tanah longsor
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan (Sumsel) kembali memperpanjang status siaga banjir dan tanah longsor menghadapi puncak musim hujan tahun ini.

Sumber foto: Antara/elshinta.com.
Sumber foto: Antara/elshinta.com.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan (Sumsel) kembali memperpanjang status siaga banjir dan tanah longsor menghadapi puncak musim hujan tahun ini.
"Status siaga banjir dan tanah longsor di Kabupaten OKU diperpanjang hingga 31 Mei 2026," kata Kepala BPBD OKU Januar Efendi di Baturaja, Selasa.
Dia mengatakan langkah tersebut dilakukan sebagai upaya penanggulangan bencana alam sedini mungkin supaya tidak menimbulkan korban jiwa.
"Status siaga diperpanjang menyikapi bencana banjir yang terjadi di beberapa kecamatan di Kabupaten OKU beberapa waktu lalu," katanya.
Dalam perpanjangan status tersebut pihaknya meningkatkan kapasitas personel penanggulangan bencana agar banjir dan tanah longsor dapat ditanggulangi sedini mungkin guna mengantisipasi korban jiwa.
Sebanyak 647 personel yang tergabung dalam Satgas Penanggulangan Bencana disiagakan guna menindaklanjuti cuaca ekstrem yang berpotensi menimbulkan dampak banjir dan tanah longsor.
Selain personel, pihaknya juga menyiapkan peralatan penanggulangan bencana, antara lain empat unit perahu karet, tiga unit perahu fiber, lima unit mesin perahu, satu unit boat, dan tiga unit mobil rescue.
Kemudian, sebanyak 19 unit motor trail, 10 unit mesin sedot apung, enam unit tenda pengungsian, pelampung, dan 71 unit tenda keluarga.
"Kami juga meningkatkan koordinasi dengan BMKG Provinsi Sumsel mengenai perkembangan situasi iklim, khususnya puncak musim hujan untuk wilayah Kabupaten OKU," ujarnya.




